5 Gejala Hipertensi, Ketahui Pula Penyebab dan Cara Mengobatinya

Orang-orang yang menunjukkan gejala hipertensi umumnya mengeluh pusing. Ketahui empat gejala lain dari hipertensi.

Diterbitkan 25 Mei 2025, 08:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Sebagian besar orang yang memiliki tekanan darah tinggi biasanya tidak menunjukkan ciri-ciri atau gejala hipertensi tertentu. Bahkan, beberapa orang tidak menunjukan gejala hipertensi sama sekali.

Meski begitu menurut dokter spesialis penyakit dalam di Eka Hospital Permata Hijau, Siti Fazline, orang-orang yang menunjukkan gejala hipertensi umumnya mengeluh hal-hal berikut:

  1. Sakit kepala parah.
  2. Sesak napas.
  3. Kulit memerah (terutama pada wajah dan leher).
  4. Pusing.
  5. Nyeri dada.

Siti menjelaskan, hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah kondisi ketika tekanan darah terhadap dinding arteri terlalu tinggi. Kondisi ini umumnya ditandai dengan tekanan darah di atas 140/90 mmHG dan akan dianggap parah jika sudah menyentuh angka 180/120 mmHG.

“Bila tidak diobati, hipertensi dapat meningkatkan risiko penyakit serius, termasuk stroke, gagal jantung, penyakit ginjal, dan lain sebagainya,” kata Siti dalam keterangan pers, dikutip pada Minggu (24/5/2025). 

Lantas apa penyebab hipertensi?

Berdasarkan penyebabnya, ada dua jenis hipertensi yang umum terjadi, yaitu hipertensi primer dan hipertensi sekunder.

Hipertensi Primer

Hipertensi primer adalah jenis hipertensi yang berkembang dari waktu ke waktu tanpa penyebab yang dapat diidentifikasi.

Terdapat sejumlah faktor yang diketahui dapat meningkatkan risiko seseorang terkena jenis hipertensi primer, yaitu:

  • Aktivitas fisik yang terbatas
  • Mengonsumsi minuman beralkohol terlalu banyak.
  • Pola makan yang kurang sehat.
  • Faktor genetik atau riwayat keluarga.
  • Obesitas.

Hipertensi Sekunder

Sementara, hipertensi sekunder adalah jenis hipertensi yang terjadi dengan cepat dan bisa menjadi lebih parah daripada hipertensi primer.

  • Beberapa kondisi medis tertentu bisa menjadi penyebab hipertensi muncul, yakni:
  • Penyakit Ginjal
  • Obstructive sleep apnea
  • Masalah jantung bawaan
  • Masalah tiroid
  • Efek samping konsumsi obat
  • Penggunaan obat-obatan terlarang
  • Penyalahgunaan alkohol
  • Masalah kelenjar adrenal
  • Tumor endokrin tertentu.

 

Bagaimana Cara Mengobati Hipertensi?

Tujuan utama pengobatan hipertensi adalah mengembalikan tekanan darah normal. Hal ini bisa dilakukan dengan mengontrol tekanan darah melalui obat-obatan dan perubahan gaya hidup. Adapun gaya hidup sehat yang perlu diterapkan oleh pengidap hipertensi adalah sebagai berikut:

  • Menjaga berat badan ideal.
  • Menerapkan pola makan yang sehat.
  • Mengurangi konsumsi garam.
  • Olahraga secara rutin.
  • Membatasi konsumsi alkohol.
  • Berhenti merokok atau menghindari paparan asap rokok.

 

Bagaimana Cara Mencegah Hipertensi?

Walaupun sudah melakukan berbagai cara mengobati hipertensi, pasien tetap melakukan tindakan pencegahan hipertensi agar gejala tekanan darah tinggi tidak muncul kembali.

Cara mencegah hipertensi yang bisa dilakukan, yakni:

  • Kurangi konsumsi garam dan menjalani diet sehat
  • Kurangi konsumsi alkohol dan kafein
  • Kurangi berat badan jika diperlukan
  • Olahraga secara teratur
  • Istirahat yang cukup
  • Kelola stres dengan baik.

“Jadi, tidak perlu menunggu sampai muncul gejala parah terjadi untuk konsultasi ke dokter. Pasalnya, hipertensi kerap dijuluki sebagai silent killer (pembunuh dalam senyap) karena gejalanya mungkin tidak terlihat di awal.” 

Tanpa pemeriksaan rutin, hipertensi dapat memicu berbagai masalah medis lainnya, contohnya stroke dan penyakit jantung.

“Jadi, ketika Anda atau kerabat memiliki faktor risiko, mulai dari segi usia, genetik, hingga gaya hidup seperti yang disebut di atas, jangan ragu untuk konsultasi ke dokter,” pungkas Siti.