Rosacea vs Jerawat: Kenali Perbedaannya agar Tak Salah Perawatan

Kenali perbedaan rosacea dan jerawat dari penyebab, gejala, hingga perawatannya agar tidak salah penanganan. Simak juga solusi efektif untuk mengatasi kemerahan akibat rosacea.

Diperbarui 30 April 2025, 16:01 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Wajah tampak kemerahan, muncul benjolan kecil di pipi dan hidung, sekilas memang tampak seperti jerawat. 

Banyak orang langsung mengobatinya dengan produk anti-acne, padahal belum tentu itu jerawat. Bisa jadi itu adalah rosacea, kondisi kulit kronis yang sering disalahartikan. 

Meski sama-sama menimbulkan kemerahan dan benjolan, rosacea dan jerawat memiliki penyebab, gejala, hingga cara perawatan yang sangat berbeda. 

Salah diagnosis bukan hanya membuat pengobatan tidak efektif, tetapi juga berisiko memperburuk kondisi kulit. 

Apa Penyebab Tumbuhnya Jerawat pada Kulit? 

Jerawat terjadi akibat pori-pori yang tersumbat oleh produksi minyak berlebih (sebum), sel kulit mati, dan bakteri. Kondisi ini umum dialami remaja. Namun, tak jarang juga menyerang orang dewasa.

Gejalanya bisa berupa komedo (blackheads dan whiteheads), papula, pustula berisi nanah, hingga nodul yang menyakitkan. Kemerahan bisa muncul, tapi sifatnya sementara. Biasanya hanya saat peradangan aktif. 

Jerawat sering muncul di wajah, tapi juga bisa menyerang area lain seperti punggung, dada, dan bahu. 

Pemicunya beragam. Dari perubahan hormon, stres, konsumsi makanan berminyak, hingga gaya hidup yang kurang bersih.

Rosacea adalah Kemerahan Menetap yang Sering Disalahpahami

Berbeda dari jerawat, rosacea adalah peradangan kronis pada kulit wajah yang biasanya muncul pada usia 30 tahun ke atas. 

Penyebab pasti rosacea belum sepenuhnya diketahui. Namun, sejumlah faktor seperti genetika, sistem imun yang terlalu aktif, paparan sinar matahari, makanan tertentu, hingga ketidakseimbangan mikrobioma kulit dan usus diduga berperan.

Rosacea ditandai dengan kemerahan yang menetap di wajah, terutama di area pipi, hidung, dahi, dan dagu. Kemerahan bisa disertai benjolan kecil mirip jerawat, tetapi tidak mengandung komedo. 

Pada beberapa kasus, tampak pula pembuluh darah kecil di permukaan kulit (telangiektasia), sensasi terbakar, bahkan penebalan kulit di area hidung. 

Rosacea juga bisa memengaruhi mata, menyebabkan mata merah dan kelopak bengkak. Tidak seperti jerawat, rosacea tidak muncul di punggung atau dada, melainkan terbatas di wajah dan sekitarnya. 

Selain itu, rosacea cenderung menetap dan bersifat kambuhan, terutama jika terpapar pemicunya, seperti alkohol, makanan pedas, suhu ekstrem, atau stres.

Mengapa Penting Membedakan Rosacea dan Jerawat?

Kesalahan umum yang sering terjadi adalah mengira rosacea sebagai jerawat dan mengobatinya dengan produk jerawat biasa. 

Padahal, sebagian besar obat jerawat mengandung bahan yang bersifat mengeringkan dan bisa memperparah iritasi pada penderita rosacea.

Sebaliknya, rosacea memerlukan pendekatan yang lebih lembut dan personal.

Perawatan topikal biasanya ditujukan untuk mengurangi peradangan dan kemerahan. Pasien juga perlu menghindari pemicu tertentu yang bisa memicu flare-up.

Jika rosacea sudah cukup parah atau membandel, dokter kulit dapat menyarankan perawatan medis yang lebih canggih, salah satunya dengan teknologi laser vaskular.

Salah satu terobosan terkini dalam perawatan rosacea adalah penggunaan Pulse Dye Laser (PDL), dan salah satu perangkat paling terkenal adalah VBeam Laser. 

Teknologi ini bekerja pada panjang gelombang 595 nm dan secara khusus menargetkan pembuluh darah kecil yang melebar tanpa merusak jaringan kulit sehat di sekitarnya. 

VBeam dikenal sebagai gold standard dalam dermatologi global selama lebih dari tiga dekade. 

Kelebihannya tidak hanya pada efektivitas, tetapi juga kenyamanan karena dilengkapi sistem pendingin yang mengurangi rasa nyeri saat prosedur.

Menariknya, VBeam aman digunakan untuk semua jenis kulit, termasuk kulit Asia, dan bahkan bisa digunakan pada bayi sekalipun.

Bagi masyarakat Surabaya dan sekitarnya, U Young Beauty & Health Clinic kini resmi membuka cabang di kota ini. 

Melalui kolaborasi dengan PT Regenesis, klinik ini menghadirkan teknologi VBeam langsung dari pabrikan terpercaya. 

Menurut Carissa Jovita, pendiri U Young Clinic, kehadiran VBeam adalah bagian dari komitmen menghadirkan perawatan kulit terbaik bagi pasien di Indonesia. 

Klinik ini juga didukung oleh dua dokter estetika senior, dr. Dian Caroline dan dr. Brilliant Tantomo, M.Biomed (AAM), yang telah mendapatkan pelatihan estetika dan anti-aging baik di dalam maupun luar negeri.

"Kami percaya bahwa hasil maksimal berasal dari kombinasi teknologi canggih, pengalaman medis, dan pendekatan personal," ujar dr. Dian.Â