Sukses

Papsmear atau IVA Sama Efektifnya untuk Kenali Kanker Serviks

Setiap perempuan memiliki risiko terkena kanker serviks (leher rahim). Karena itu, deteksi dini perlu dilakukan entah dengan papsmear atau dengan IVA ( Inspeksi Visual Asam Asetat).

Ketua panitia Bulan Cegah Kanker Serviks (Bucekas) dan koordinator Female Cancer Program Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Rumah Sakit Cipto Mangukusumo Dr. Laila Nuranna, SpOG (K) mengatakan bahwa sensitivas kedua cara pemeriksaan ini sama. Hanya, penggunaan IVA lebih murah.

"Dibanding tes papsmear yang harus menggunakan uji lab, setiap orang harus mengeluarkan kira-kira Rp 50.000 sedangkan dengan IVA hanya Rp 2.000," jelas Laila saat ditemui pada peluncuran Bucekas di Puskesmas Pondok Kelapa, Jakarta, Selasa (14/5/2013).

Untuk masalah akurasi, menurut Laila, kedua tes sama saja sekitar 70-80 persen. " Tahun 2012, kami melakukan tes IVA pada 50.902 wanita subur di Jakarta. Dan kami menemukan ada 3,2 persen wanita yang positif kanker serviks,"jelasnya.

"Setelah itu, kami melakukan pengujian pada wanita yang sama dengan menggunakan tes papsmear. Hasilnya sekitar 3,64 persen wanita yang positif kanker serviks,"katanya.

Walaupun sensitivitas papsmear bagus, tetapi deteksi dini menggunakan IVA sangat menolong. "IVA juga mendeteksi kondisi pra kanker serviks pada wanita,"ungkapnya.

(Fit/Abd/*)