Sukses

Studi Terbaru Sebut Olahraga Bisa Jadi Obat Alami untuk Gangguan Penglihatan

Liputan6.com, Jakarta - Baru-baru ini, tim peneliti dari Emory University di Amerika Serikat (AS) mengumumkan hasil penelitian yang menunjukkan bahwa olahraga dapat mempertahankan fungsi sel saraf retina yang mengalami kerusakan dan melambatkan perkembangan penyakit degeneratif retina. Penelitian ini dipublikasikan dalam jurnal ilmiah The Journal of Neuroscience.

Tim peneliti Emory University melakukan percobaan untuk membuktikan hubungan antara olahraga dan penglihatan dengan menjalankan percobaan dengan menggunakan tikus yang diharuskan berlari di atas treadmill.Tikus-tikus tersebut menjalani latihan berlari selama 1 jam setiap hari selama 5 hari selama periode 2 minggu.

Hasilnya menunjukkan bahwa tikus yang berolahraga memiliki kerugian jumlah fotoreseptor yang jauh lebih sedikit dibandingkan dengan tikus yang tidak berolahraga pada treadmill yang berhenti pada waktu yang sama.

Sel-sel saraf retina tikus yang berolahraga juga menunjukkan respons yang lebih baik terhadap cahaya dan tingkat Brain-Derived Neurotrophic Factor (BDNF), suatu faktor neurotrofik yang meningkatkan pembentukan sel saraf, juga lebih tinggi.

Ketika tim peneliti memblokir reseptor BDNF pada tikus yang berolahraga, fungsi retina mereka menurun hingga mencapai tingkat yang mirip dengan tikus yang tidak aktif secara fisik. BDNF diketahui meningkat ketika seseorang berolahraga karena mempromosikan pembentukan sel-sel saraf dan memperkuat koneksi saraf.

"Dengan percobaan ini, kami menemukan fakta bahwa olahraga memiliki dampak langsung pada kesehatan retina, mata, dan penglihatan," kata peneliti dikutip dari situs Chosun pada Kamis, 8 Februari 2024.

Lebih lanjut mereka menambahkan,"Di masa depan, terapi olahraga dapat dikembangkan untuk orang tua yang mengalami gangguan penglihatan."

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

2 dari 3 halaman

3 Cara Cegah Osteoporosis, Kapan Waktu yang Tepat untuk Memulainya?

Osteoporosis adalah kondisi ketika tulang menjadi lemah dan rapuh. Kata osteoporosis memiliki arti 'tulang keropos'. Osteoporosis merupakan penyakit tulang yang paling umum dan paling sering ditemukan pada orang lanjut usia, perempuan, dan keturunan ras kaukasia.

Tulang yang sehat memiliki struktur mirip sarang lebah, yaitu berlubang-lubang kecil. Pada penderita osteoporosis, lubang dan ruang yang membentuk tulang jauh lebih besar. Hilangnya kepadatan dan massa tulang menyebabkan melemahnya tulang.

 Osteoporosis dapat bersifat primer dan sekunder. Osteoporosis primer adalah bentuk osteoporosis yang paling umum dan terjadi sebagai bagian dari penuaan. Sedangkan osteoporosis sekunder disebabkan oleh kondisi lain.

Tulang yang sehat memiliki struktur mirip sarang lebah, yaitu berlubang-lubang kecil. Pada penderita osteoporosis, lubang dan ruang yang membentuk tulang jauh lebih besar. Hilangnya kepadatan dan massa tulang menyebabkan melemahnya tulang.

Osteoporosis dapat bersifat primer dan sekunder. Osteoporosis primer adalah bentuk osteoporosis yang paling umum dan terjadi sebagai bagian dari penuaan. Sedangkan osteoporosis sekunder disebabkan oleh kondisi lain.

3 dari 3 halaman

Cara Cegah Osteoporosis

Dalam beberapa kasus, osteoporosis bisa dicegah dengan perubahan gaya hidup yang tepat, seperti:

Menerapkan Pola Makan SehatMengonsumsi makanan yang kaya nutrisi dan vitamin dapat membantu menjaga tulang tetap kuat dan sehat. Pola makan yang mencakup protein, kalsium, dan vitamin D, C, dan K dapat mengurangi risiko terkena osteoporosis.

Makanan yang mengandung kalsium tertinggi adalah produk susu, termasuk susu murni, yogurt, dan keju. Bagi orang yang tidak mengonsumsi produk susu, sumber kalsium lain yang baik adalah kangkung, buah ara kering, brokoli, serta jus dan roti yang diperkaya kalsium.

Sumber vitamin D terbaik adalah sinar matahari, tapi nutrisinya juga bisa ditemukan pada makanan seperti ikan berminyak contohnya sarden, herring, dan salmon. Daging merah, hati, dan kuning telur juga merupakan sumber vitamin D.

Bagi orang yang tidak makan daging, susu kedelai yang diperkaya vitamin, jamur, dan sereal yang diperkaya vitamin adalah pilihan yang bagus. "Apabila pola makan tidak mencukupi kebutuhan nutrisi, terutama vitamin D dan kalsium, Anda disarankan untuk mengonsumsi suplemen."

Pria dewasa membutuhkan sekitar 1.000 miligram (mg) kalsium dan antara 400 hingga 1.000 unit internasional (IU) vitamin D setiap hari. Perempuan dewasa juga membutuhkan jumlah vitamin D yang sama, tapi asupan kalsiumnya harus antara 1.000 mg hingga 1.200 mg per hari.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Video Terkini