Pakar Saraf: Radang Selaput Otak Bisa Sembuh dengan 3 Cara

Jika mendengar nama penyakit radang selaput otak (meningitis) memang agak menakutkan. Padahal, penyakit yang disebabkan bakteri itu bisa disembuhkan asal ditangani dengan 3 cara ini.

Diterbitkan 20 Februari 2013, 10:02 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Artis cantik Ashanty yang juga istri penyanyi Anang Hermansyah didiagnosa menderita radang selaput otak (meningitis). Jika mendengar nama penyakit ini memang agak menakutkan. Padahal, penyakit yang disebabkan bakteri itu bisa disembuhkan asal segera diobati dengan benar.

Meningitis merupakan peradangan pada selaput yang mengelilingi dan melindungi otak dan sumsum tulang belakang biasanya disebabkan oleh bakteri. Ketua Persatuan Dokter Saraf Seluruh Indonesia (Perdossi) Prof. Dr. dr. Hasan Machfoed, SpS (K), MS, menjelaskan, ada beberapa kondisi yang membuat meningitis bisa disembuhkan.

"Pertama, segera terapi. Kedua, diagnosanya tepat. Dan ketiga, obat yang diberikan juga tepat," ujar pria yang merupakan Guru Buru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (Unair), saat dihubungi Liputan6.com, Jakarta, Rabu (20/2/2013).

Menurut Profesor Hasan, dalam pengobatan meningitis harus tepat karena penyakit ini bisa disebabkan ratusan kuman. Antibiotik yang diresepkan juga harus sesuai dengan kumannya.

"Pengobatan yang efektif itu dua minggu. Misalnya saja tanggal 1 kena sampai tanggal 5 gejala-gejala muncul seperti panas, kejang, ngomong sering ngaco karena pikiran kacau. Sampai setengah bulan dia diobati (antibiotik)," ujarnya.

Namun Profesor Hasan mengingatkan, jika dalam dua minggu lebih pengobatan tidak efektif, maka pasien meningitis bisa memasuki masa gejala sisa (sequelae). Inilah yang harus diwaspadai. Gejala sisa itu biasanya muncul pada usia minggu kedua sampai sebulan.

"Kalau diberi antbiotik tapi tidak cocok, maka proses lanjutnya ada yang disebut gejala sisa. Gejala sisa itu macam-macam, bisa lumpuh, pikirannya kacau, pertimbangannya kacau. Ini yang susah disembuhkan," tegas Profesor Hasan.

Gejala Meningitis

Profesor Hasan juga tak lupa mengingatkan, gejala awal yang sering muncul dan tak disadari adalah kaku kuduk. Saat kondisi demikian, leher tak bisa ditekuk. Dagu tidak bisa ke dada.

Selain itu ada beberapa gejala meningitis lainnya:
  1. Demam, tangan dan kaki dingin
  2. Menolak makanan atau muntah
  3. Rewel, susah ditangani
  4. Nyeri otot
  5. Mengantuk, kurang responsif
  6. Napas cepat
  7. Kulit pucat, jerawat
  8. Ruam yang tidak memudar walaupun ditekan
  9. Menangis atau merintih
  10. Badan tegang dan kaku
  11. Leher kaku, tidak menyukai cahaya terang
  12. Kejang-kejang
(Mel/Igw)