Sukses

Sepekan Terdampak Gempa Cianjur, Warga Keluhkan Pegal Linu hingga Pneumonia

Liputan6.com, Jakarta - Setelah sepekan lalu diguncang gempa, sejumlah warga di Cianjur mulai mengeluhkan kesehatannya.

Ada beberapa gangguan kesehatan yang dikeluhkan masyarakat, kondisi ini diperburuk dengan sarana dan prasarana yang minim di pengungsian.

Kalangan lanjut usia (lansia) mulai merasakan keluhan seperti tubuh terasa pegal dan sendi terasa linu. Hal ini akibat alas tidur yang kurang memadai dan langsung menyentuh tanah. Selain itu, para lansia juga mengalami nyeri lambung dikarenakan pola makan yang tidak teratur serta asupan gizi yang kurang baik.

Tak hanya lansia, anak-anak di pengungsian mulai mengalami diare dikarenakan faktor kebersihan yang minim, serta demam karena pola tidur dan gizi yang kurang seimbang.

Menurut Tim Medis PT Pertamina Bina Medika Indonesia Healthcare Corporation (IHC) dari RS PELNI dr. Yan Fernandez Sembiring Sp.EM, dari segi kesehatan, warga di pengungsian memerlukan perhatian khusus mengingat setiap orang memiliki keluhan yang berbeda.

Saat itulah penting bagi tim medis untuk memahami kondisi pasien ketika melakukan penanganan di posko pelayanan kesehatan setempat.

 “Kami menemukan beberapa kasus seperti bayi dengan pneumonia berat dan korban bencana dengan luka yang tidak terawat. Sangat penting bagi kami menentukan apakah korban masih dapat ditangani di posko pelayanan kesehatan setempat atau perlu dirujuk ke rumah sakit terdekat” ujar dokter spesialis kedaruratan medik itu dalam keterangan pers dikutip, Selasa (29/11/2022).

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Upaya Kurangi Risiko Munculnya Penyakit

Penanganan kegawatdaruratan saat bencana menjadi prioritas agar ke depannya kesehatan warga dapat tetap terjaga.

Guna mengantisipasi keluhan kesehatan yang dialami warga, Tim Medis IHC melakukan berbagai upaya untuk mengurangi risiko munculnya penyakit pasca terjadinya bencana.

Sejumlah tindakan yang dilakukan untuk antisipasi penyakit di antaranya:

- Pemeriksaan kesehatan berkala

- Pemberian paket obat Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA)

- Pemberian paket pengobatan sendi

- Pemberian Paket perawatan bayi

- Pemberian paket pengobatan alergi

- Pemberian paket kebersihan mulut

- Hingga paket untuk menjaga kebersihan tangan (hand hygiene).

3 dari 4 halaman

Vitamin Anak

Tim Medis IHC juga memberikan vitamin bagi anak dan dewasa agar dapat menjaga daya tahan tubuh dan meningkatkan metabolisme selama bertahan di pengungsian.

Bencana alam gempa bumi yang terjadi di Cianjur, Jawa Barat menyisakan duka mendalam bagi masyarakat Cianjur dan sekitarnya. IHC sebagai Holding RS BUMN mengirimkan tim medis yang terdiri dari ambulance rescue, dokter umum, dan perawat menuju ke lokasi bencana di hari ke-2 terjadinya gempa.

Sejumlah bantuan obat-obatan dan logistik juga disalurkan kepada korban bencana melalui posko yang berlokasi di Lapangan Ciarma Kampung Barukaso, Desa Suka Mulya, Kecamatan Cugenang. Penanganan Tim Medis difokuskan pada Desa Suka Mulya karena mayoritas warga di sana belum mendapat penanganan medis yang sesuai.

Hingga saat ini IHC terus bergerak menerjunkan tim medis untuk melakukan penanganan kesehatan kepada masyarakat terdampak gempa serta evakuasi para korban yang perlu melakukan pertolongan lebih serius.

Pertamedika IHC merupakan anak usaha PT Pertamina (Persero) yang bergerak di bidang layanan kesehatan. Perusahaan juga merupakan induk usaha rumah sakit BUMN, di mana saat ini menaungi 75 Rumah Sakit serta 143 klinik kesehatan di seluruh Indonesia.

4 dari 4 halaman

Update 28 November 2022

Hingga Senin, 28 November 2022 jumlah korban meninggal akibat gempa bertambah 2 orang. Sehingga total korban jiwa dari bencana tersebut menjadi 323 jiwa.

Hal ini disampaikan Bupati Cianjur Herman Suherman pada hari ke-8 masa penanggulangan bencana gempa di Kabupaten Cianjur.

"Perkembangan hari ini, Basarnas menemukan 2 korban yang tertimbun tanah di Desa Cijedil sehingga meninggal dunia sudah tercatat 323 jiwa. Artinya penambahan hari ini sebanyak 2 jiwa," kata Herman saat jumpa pers daring, Senin (28/11/2022) mengutip News Liputan6.com.

Ia menambahkan, untuk perkembangan data korban hilang saat ini masih ada 9 orang. Meski demikian, Herman optimis semua korban gempa Cianjur yang hilang dapat ditemukan hari ini (29/11).

"Korban hilang dalam pencarian tinggal 9 jiwa lagi, mudah-mudahan besok (Selasa) bisa ditemukan," ucap dia.

Untuk korban luka berat, lanjut Herman, masih dirawat 108 orang. Korban luka ringan sudah tertangani semua dan sudah kembali ke rumah masing-masing.

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS