Sukses

Kesepian atau Merokok, Mana yang Mempercepat Penuaan?

Liputan6.com, Jakarta - Kesepian dan tidak bahagia dapat mempercepat penuaan. Namun, mana yang membuat lebih tua antara kesepian dan merokok?

Dalam laman Medical News Today disebutkan riwayat medis, gaya hidup, dan genetika berperan penting dalam seberapa cepat seseorang menua. Baru-baru ini, para peneliti telah menemukan bahwa kesehatan mental seseorang juga merupakan faktor risiko mempercepat penuaan.

Menurut peneliti, masalah psikologis tertentu --- seperti keputusasaan, ketidakbahagiaan, dan kesepian --- meningkatkan usia biologis seseorang lebih dari merokok.

Semua orang tentu secara alami akan mengalami penuaan. Namun, prosesnya tidak sama untuk semua orang.

Banyak faktor yang mempengaruhi, misalnya, penelitian sebelumnya menunjukkan merokok, diet, dan stres mempercepat penuaan biologis.

Dan, kini para peneliti dari Deep Longevity Limited di Hong Kong, Republik Rakyat Tiongkok, telah menemukan bukti yang menunjukkan bahwa kesehatan mental seseorang juga mempengaruhi penuaan seperti halnya kesehatan fisik. Studi ini diterbitkan dalam jurnal Aging.

Menurut penulis utama studi dan direktur Pengembangan Bisnis Ilmiah di Deep Longevity Limited di Hong Kong, Fedor Galkin, tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk menunjukkan bahwa orang dapat meningkatkan kesehatan fisik dengan menargetkan kesehatan mental mereka. 

Galkin menyatakan ada penelitian yang menghubungkan psikologi penuaan dengan manifestasi molekulernya, tetapi tidak banyak.

"Kami tahu bahwa trauma masa kanak-kanak atau gangguan stres pasca-trauma (PTSD) mempercepat penuaan epigenetik, (seperti) stres psikologis. Karena ada hubungan, kami berhipotesis bahwa laju penuaan fisiologis (tingkat rendah) dapat dimanipulasi menggunakan terapi psikologis (tingkat tinggi)," kata Galkin.

"Inilah sebabnya kami membangun FuturSelf.AI, untuk menyediakan tulang punggung bagi pendekatan anti-penuaan hibrida baru kami," Galkin menambahkan.

 

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.

2 dari 3 halaman

Dampak Kesehatan Mental pada Penuaan

Masalah kesehatan mental termasuk depresi, masalah tidur, kesepian, serta merasa tidak bahagia. Selain itu, peneliti memasukkan status sosial seseorang --- menikah, menjanda, dan/atau tinggal di daerah pedesaan.

Setelah menganalisis data, para peneliti menemukan semua faktor yang termasuk dalam analisis memiliki dampak signifikan pada laju penuaan.

Tiga dampak terbesar berasal dari merokok (peningkatan laju penuaan sebesar 1,25 tahun), saat ini menikah (penuaan menurun sebesar 0,59 tahun), dan masalah tidur (peningkatan laju penuaan sebesar 0,44 tahun).

Para peneliti juga menemukan ketika digabungkan, kedelapan variabel psikologis yang termasuk dalam penelitian mereka mempercepat penuaan seseorang sebesar 1,65 tahun --- tingkat yang lebih tinggi daripada merokok.

 

 

3 dari 3 halaman

Jaga Kesehatan Mental

Ahli saraf, Dr. Stella Panos, mengatakan, jika seseorang mengalami masalah kesehatan mental seperti merasa tidak bahagia, kesepian, atau depresi, usahakan membicarakannya dengan orang lain, termasuk dokter dan ahli kesehatan mental. 

"Saya pikir itu harus menjadi percakapan terbuka," kata Stella.

"Saya pikir ini adalah periode waktu di mana orang lebih nyaman mendiskusikan masalah kesehatan mental," dia menambahkan.

Stella juga merekomendasikan untuk menetapkan tujuan kecil ketika ingin membuat perubahan kesehatan mental.

"Ketika orang merasa seperti itu, sangat sulit untuk membuat perubahan --- itu bisa terasa sangat luar biasa," ujarnya.

"Saya selalu memberi tahu orang-orang (untuk) membuat tujuan yang sangat kecil, yang terasa masuk akal bahwa Anda dapat melakukannya, dan kemudian Anda dapat meningkatkannya seiring waktu. Jadi hanya menjangkau seorang teman dan kemudian pergi dari sana," pungkas Stella.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.