Sukses

Ini Penyebab Pelukan Bisa Terasa Begitu Menenangkan dan Bikin Orang Lebih Bahagia

Liputan6.com, Jakarta Berpelukan seringkali dilihat sebagai sesuatu yang terlalu intim dan emosional. Akibatnya, tak jarang beberapa orang enggan untuk memberikan atau menerima pelukan dari satu sama lain.

Padahal pelukan memiliki manfaat yang salah satunya dapat memberikan kebahagiaan. Bahkan dianggap dapat menumbuhkan rasa kedekatan, memperkuat ikatan, dan menjadi sumber relaksasi.

Lalu, apa yang membuat berpelukan bisa terasa begitu menenangkan?

Menurut Krista Jordan, seorang terapis pasangan, berpelukan dapat memicu pelepasan oksitosin, hormon yang dapat meningkat ketika Anda melakukan kontak fisik lewat memeluk atau mencium orang yang disayangi.

"Oksitosin adalah hormon yang dapat membantu Anda merasa lebih dekat, terhubung, dan aman. Oksitosin juga merupakan pereda nyeri, sehingga secara harfiah dapat membuat kita merasa lebih nyaman secara fisik," ujar Krista mengutip Elite Daily, Jumat (12/8/2022).

"Hormon oksitosin pun secara alami dapat dilepaskan selama menyusui untuk membantu ikatan ibu dengan bayinya. Kita juga melepaskannya selama sentuhan fisik yang positif dan selama orgasme," tambahnya. 

Sedangkan pendapat selaras soal manfaat berpelukan disampaikan oleh relationship scientist, Dr Marisa Cohen. Menurutnya, berpelukan dapat mengurangi stres dan mendorong terjadinya pernapasan secara alami.

"Bersentuhan itu punya kekuatan. Tidak hanya mengurangi perasaan negatif, tetapi juga mengarahkan Anda pada pengalaman yang positif dan penuh kasih. Penelitian pun telah menunjukkan bahwa sentuhan dapat mengurangi stres dan reaktivitas terhadap stres," ujar Marisa.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Meningkatkan Rasa Aman dan Kepercayaan

Lebih lanjut Marisa mengungkapkan bahwa pelukan juga bisa meningkatkan perasaan aman dan kepercayaan. Hal tersebut lantaran lewat sebuah pelukan, perasaan cinta dapat lebih tersampaikan dan membentuk koneksi antara satu sama lain.

"Dengan demikian, pelukan dianggap dapat meningkatkan kesejahteraan dan kepuasan dalam hubungan," kata Marisa.

Krista menambahkan, selain dapat membuat seseorang merasa bahagia, oksitosin juga dapat membantu meningkatkan hormon yang berfungsi untuk melawan infeksi. Sehingga dapat dikatakan, ada peningkatan sistem kekebalan jika Anda berpelukan.

"Penelitian yang dilakukan soal manfaat bersentuhan telah menunjukkan bahwa dengan 30 menit kontak fisik secara positif dapat mengurangi kadar kortisol yang bersirkulasi sebanyak 50 persen," ujar Krista.

"Kortisol adalah hormon terkait stres, yang jika dibiarkan beredar di dalam tubuh dapat merusak sel. Jadi di penghujung hari yang menegangkan, 30 menit berpelukan sebenarnya adalah apa yang disarankan oleh para dokter," jelasnya.

3 dari 4 halaman

Pelukan dengan Orang yang Tepat Bikin Cinta Makin Kuat

Berpelukan sendiri telah dianggap sebagai acuan untuk aktivitas yang lebih intim seperti seks. Studi yang dipublikasikan dalam Archives of Sexual Behavior menemukan bahwa berpelukan setelah berhubungan seks cenderung membuat tingkat apresiasi terhadap kehidupan seks jadi lebih tinggi.

Meski begitu, Krista menjelaskan, pelukan saja tidak cukup untuk dapat membuat seseorang jatuh cinta. Hal tersebut lantaran cinta merupakan perasaan yang kompleks.

"Berpelukan saja tidak cukup untuk menimbulkan perasaan kompleks seperti cinta. Jatuh cinta dengan seseorang melibatkan banyak proses yang berbeda, dari oksitosin hingga feromon, senyawa yang digunakan otak untuk memengaruhi respons sosial dan seksual seseorang), hingga pengalaman masa kanak-kanak," ujar Krista.

"Jadi hal-hal seperti sentuhan fisik memang dapat berkontribusi untuk perasaan cinta, namun hanya pada orang yang tepat untuk membuat komitmen jangka panjang," tambahnya.

Sehingga penting untuk mengingat bahwa berpelukan saja tidak dapat membuat Anda langsung jatuh cinta pada seseorang. Dibutuhkan hal-hal lainnya yang berkontribusi.

4 dari 4 halaman

Tidak Suka Pelukan, Kenapa Ya?

Krista mengungkapkan bahwa trauma yang dialami oleh beberapa orang dapat berkaitan dengan sentuhan fisik. Sehingga seringkali pada orang-orang tersebut, pelukan justru memicu rasa ketidaknyamanan dibanding menenangkan.

"Menariknya, saya telah menemukan bahwa orang-orang yang tidak menyukai sentuhan sering dapat mentolerir beberapa sentuhan, yang biasanya pada kaki atau punggung mereka. Jadi kita mulai dari sana, meminta pasangannya memijat kaki mereka atau meletakkan tangan di punggung mereka selama beberapa menit setiap kali," ujar Krista.

Sehingga menurut Krista, secara bertahap Anda dapat meningkatkan kapasitas orang tersebut untuk dapat menerima sentuhan sehingga mereka dapat memperoleh manfaat fisik darinya.

Namun penting untuk tidak memaksakan diri demi merasa nyaman dengan pelukan jika memang itu dapat membuat Anda atau orang yang bersangkutan merasa cemas atau tidak nyaman.

Memeluk memang bukan untuk semua orang, tetapi manfaatnya, baik secara ilmiah maupun emosional menurut para ahli, tidak dapat disangkal.

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS