Sukses

Hasil Tes Suspek Cacar Monyet Asal Jawa Tengah Negatif

Liputan6.com, Jakarta Hasil pemeriksaan sampel lesi kulit dari satu suspek cacar monyet (monkeypox) asal Pati, Jawa Tengah (Jateng) sudah keluar. Hasilnya negatif.

"Pagi ini, hasil dari sampel lesi kulit negatif," kata Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan RI Dr. dr. Maxi Rein Rondonuwu lewat pesan singkat ke Health Liputan6.com pada Sabtu, 6 Agustus 2022 pagi.

Sebelumnya, tes orofaring mulut dan tenggorokan (orofaring) sudah keluar lebih dahulu dengan hasil negatif. Dengan dua tes hasil negatif, pasien tersebut dapat dipastikan tidak terinfeksi virus cacar monyet.

"Betul sekali (negatif cacar monyet)," kata Maxi lagi.

Pria 55 tahun asal Pati tersebut sebelumnya masuk dalam status suspek cacar monyet karena menunjukan gejala mengarah ke cacar monyet.

"Dia tanggal 19 Juli ada gejala demam, 21 Juli dibawa ke rumah sakit, kemudian 23 Juli timbul lesinya, bintik-bintiknya," tutur Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin di kesempatan yang berbeda.

2 dari 2 halaman

Antisipasi Penularan, Bila Ada Gejala Mirip Cacar Monyet akan Diperiksa

Pemeriksaan terhadap pasien asal Pati tersebut merupakan langkah kewaspadaan dan antisipasi. Maka dari itu, bila ada yang mengalami gejala cacar monyet untuk segera diperiksakan. 

“Semua sekarang kalau ada gejala segera periksa. Itu yang paling penting,” kata Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo saat berada di Kabupaten Boyolali pada Kamis, 4 Agustus 2022 mengutip keterangan laman Provinsi Jawa Tengah. 

Meski begitu, Ganjar meminta masyarakat tidak panik. Terpenting menjaga pola hidup sehat dan protokol kesehatan, kata Ganjar, wajib dilakukan atas kesadaran masing-masing.

Ganjar mengatakan bahwa pengetatan di pintu-pintu masuk Indonesia tetap dilakukan, termasuk yang ada di wilayah Jawa Tengah. Ia meminta agar Kementerian Kesehatan segera memberikan briefing kepada petugas di pintu-pintu masuk ke Indonesia.

“Saya berharap karena ini tidak dari Indonesia ya, tetap saja pintu-pintu masuk Indonesia harus tetap ketat. Kita minta nanti Kementerian Kesehatan memberikan briefing kepada penjaga pintu masuk, untuk bisa mengecek menggunakan peralatan, sehingga indikasi awalnya diketahui,” ungkapnya.