Sukses

Penularan Terus Terjadi, AS Nyatakan Cacar Monyet Sebagai Darurat Kesehatan Masyarakat

Liputan6.com, Jakarta Penularan kasus cacar monyet terus terjadi di Amerika Serikat. Paling tidak, sudah lebih dari 6.600 kasus monkeypox di sana. Menindaklanjuti penularan yang terus terjadi, pemerintah Amerika Serikat menyatakan cacar monyet dengan status darurat kesehatan masyarakat.

"Kami bersiap merespons ke tingkat lebih tinggi lagi dalam mengatasi virus ini (cacar monyet)," kata Menteri Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan, Xavier Becerra dalam pengumuman deklarasi itu pada 4 Agustus 2022.

Becerra juga meminta agar masyarakat di sana menganggap cacar monyet adalah penyakit serius. Serta bersama-sama pemerintah mengatasi dan mencegah penularan penyakit itu seperti mengutip Time, Jumat (8/5/2022).

Ia mengatakan bahwa saat ini, kebutuhan paling penting adalah mendidik lebih banyak tenaga kesehatan dan dokter tentang cara mengenali cacar monyet. Sehingga bisa dirujuk untuk melakukan pengujian pada banyak orang.

Status darurat, memungkinkan Becerra bisa lebih leluasa mengalokasikan dana dan sumber daya tambahan untuk penanganan kasus cacar monyet. Termasuk personel atau petugas yang berperan dalam melawan atau mencegah penyakit infeksi itu.

Lalu, dengan peningkatan status menjadi darurat kesehatan masyarakat maka bisa dilakukan peningkatan jumlah pengujian cacar monyet. Pekan lalu baru sekitar 8 ribu tes cacar monyet dilakukan. Itu hanya sekitar 10 persen dari kapasitas yang ada seperti disampaikan Direktur Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS Dr. Rochelle Walensky.

Peningkatan status juga membuat layanan akses untuk vaksinasi cacar monyet ditambah. Lalu, tempat perawatan juga bisa bertambah.

 

 

 

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

2 Jenis Vaksin Tersedia di AS

Amerika Serikat sudah menyarankan mereka yang berisiko terpaparc cacar monyet untuk divaksinasi. Anjuran ini diberikan kepada para tenaga kesehatan dan pria yang berhubungan seksual dengan pria.

"Sekitar 1,6 juta orang di Amerika Serikat memiliki risiko tinggi terkena cacar monyet, kata Welensky.

Ada dua vaksin cacar monyet yang tersedia di Amerika Serikat, yakni ACMA2000 dan Jynneos. AS juga sudah memesan kembali 2,5 juta dosis vaksin Jynneos dari produsen farmasi asal Denmark, Bavarian Nordic.

Di Eropa, Jynneos dikenal dengan Imvanex. Ini adalah vaksin yang dibuat dari virus hidup yang dilemahkan. Virus menjadi tidak mampu bereplikasi dalam tubuh manusia, namun mampu menimbulkan respons imun yang kuat.

Vaksin ini disetujui pada tahun 2019 oleh Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat dan European Medicine Agency (EMA) pada tahun 2013. Vaksin ini diindikasikan untuk mencegah cacar dan cacar monyet pada orang dewasa berusia 18 tahun ke atas. 

 

3 dari 4 halaman

Penelitian Cacar Monyet yang Mewabah

Peneliti terus melakukan penelitian mengenai cacar monyet yang mewabah di luar negara endemik sejak Mei 2022 itu. Peneliti asal Spanyol menemukan bahwa ada perbedaan gejala pada kulit yang umum terlihat jelas pada pasien cacar monyet belakangan ini seperti disampaikan koordinator penelitian Ignacio García Doval dari Spanish Academy of Dermatology.

"Cacar monyet sering digambarkan sebagai pustula yang berisis nanah tetapi pada wabah ini gejala utama adalah seudo-pustula, putih, papula padat yang terlihat seperti pustula, tetapi tidak mengandung nanah. Ciri ini sangat jarang pada penyakit lain, jadi merupakan tanda yang sangat jelas dari cacar monyet," kata Doval.

Melihat perbedaan nyata dari gejala pada pasien cacar monyet saat ini, maka Doval mengingatkan para dokter maupun petugas medis lain untuk memperhatikan pustula yang nampak dengan saksama.

"Sangat penting bagi petugas kesehatan untuk memperhatikan tampilan dari lesi yang muncul pada pasien," saran Doval seperti mengutip The Sun, pada Jumat (5/8/2022).

4 dari 4 halaman

Gejala Lain Cacar Monyet Saat Ini

Doval mengatakan penting untuk tahu banyak hal dari virus cacar monyet yang berkembang saat ini.

"Aspek penting dalam mengelola wabah penyakit yang bergerak cepat adalah memiliki informasi sebanyak mungkin," kata Doval.

Ia juga menemukan informasi dari penelitian tersebut yakni terbukti bahwa penularan terjadi karena kontak kulit dengan kulit saat berhubungan seks.

Lalu, ruam yang muncul lebih sedikit dan lesi berada di lokasi tertentu saja. "Pada kasus sebelumnya, kasus yang baru-baru ini terjadi cenderung memiliki ruam pada kulit yang jauh lebih sedikit. Lalu, lesi seringkali ada di satu lokasi saja," terang Doval lagi.