Sukses

Jubir Wiku Adisasmito: Achmad Yurianto Sudah Saya Anggap Saudara Sendiri

Liputan6.com, Jakarta - Bagi Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito, sosok Achmad Yurianto sudah dianggap seperti saudara sendiri. Wiku ikut berduka cita atas wafatnya Yuri, sapaan akrabnya yang juga merupakan mantan Juru Bicara COVID-19.

Achmad Yurianto meninggal dunia pada hari Sabtu, 21 Mei 2022 pukul 18.58 WIB di RSUD Syaiful Anwar Malang, Kota Malang, Jawa Timur. Jenazah Yuri akan dimakamkan hari ini, Minggu, 22 Mei 2022 di Kota Batu, Malang.

Melalui akun Instagram pribadinya, Wiku menceritakan, dirinya dan Yuri bersekolah di sekolah yang sama, yakni di SMA 3 Malang. Yuri adalah senior Wiku, sekaligus sahabat dari kakak kandung Wiku.

Ketika pandemi COVID-19 melanda, Yuri menjadi garda terdepan dalam penyampaian berita perkembangan COVID-19 di Tanah Air. Tak pernah absen, setiap hari Yuri tampil di layar kaca dengan baju dan masker batik yang menjadi ciri khasnya.

Innalillahi wa Inna Ilaihi Rojiun. Baru saja saya mendapat kabar atas meninggalnya Bapak dr. Achmad Yurianto, MARS yang juga merupakan Juru Bicara COVID-19 periode Maret - Juli 2020.

Sama-sama berasal dari Kota Malang dan senior saya saat sekolah di SMA 3 Malang, Pak Yurianto sudah saya anggap sebagai saudara sendiri karena beliau adalah sahabat kakak saya yang sering belajar dan bermain di rumah saya pada saat SMA. Beliau merupakan tokoh yang sangat luar biasa.

Di saat Indonesia baru saja dilanda COVID-19, beliau menjadi garda terdepan pagi, siang, dan malam mengimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang dan tidak panik serta menyampaikan strategi penanganan pandemi.

Selama 140 hari terus menerus secara disiplin menyampaikan pesan resmi pemerintah di media center Gugus Tugas Penanganan Covid di BNPB. Beliau adalah seorang pejuang Covid.

Terima kasih atas dedikasi dan perjuangan Bapak selama ini. Semoga kisah-kisah perjuangan beliau dapat menjadi inspirasi bagi kita semua. Semoga Allah menerima semua amal ibadah beliau dan mengampuni segala kekhilafannya, dan memberikan kekuatan lahir dan batin untuk keluarga yang ditinggalkan. Semoga Allah memberi tempat terbaik di sisiNya. Aamiin YRA, tulis Wiku pada Sabtu, 22 Mei 2022 malam.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

140 Hari Jadi Jubir COVID-19

Achmad Yurianto, sosok inilah yang sangat ditunggu-tunggu pemirsa dan para jurnalis yang bertugas memperbarui data COVID-19. Namun, kini sosok Yuri, sapaan akrabnya, tidak lagi tampil membawakan laporan harian perkembangan COVID-19 seiring bergantinya Gugus Tugas Nasional menjadi Satuan Tugas Penanganan COVID-19.

Tepat tanggal 21 Juli 2020, Achmad Yurianto resmi purnatugas sebagai Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19. Genap 140 hari lamanya, tugas Yuri menyampaikan perkembangan COVID-19 di Tanah Air selesai.

Tugas memberikan informasi seputar COVID-19 sekarang diampu oleh Wiku Adisasmito yang juga merupakan Tim Pakar Satuan Tugas Penanganan COVID-19.

Memiliki baju batik yang beragam rupanya bukan tanpa sebab. Rupanya Yuri termasuk penggemar batik. Ia menggemari batik sejak dirinya duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA).

"Bagi saya, batik itu menarik karena sejak SMA dulu saya sudah menjadi penggemar batik. Kenapa jadi penggemar batik? Yang pasti, batik itu paling mudah dicari. Di toko (pakaian) apapun ada dan kita tidak pernah mempermasalahkan brandingnya," kata Yuri dalam sesi talkshow Live Instagram Purna Tugas Jubir COVID-19 di Radio Kesehatan, Kementerian Kesehatan, Jakarta, Jumat (24/7/2020).

"Kalau baju polos kan banyak capnya, cap kuda, cap buaya. Lagi pula, siapapun yang melihat batik pasti tidak akan memilih (merek) branded. Pasti lihat gambar dan warnanya. Kemudian kita tinggal memadukan dengan celana dan sebagainya."

3 dari 4 halaman

Jadi Staf Ahli Menkes Bidang Teknologi Kesehatan dan Globalisasi

Selain pernah menjadi Juru Bicara COVID-19, Achmad Yurianto juga dilantik oleh Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto sebagai Staf Ahli Menteri Kesehatan Bidang Teknologi Kesehatan dan Globalisasi.

Pelantikan dilaksanakan di Ruang J. Leimena, Kementerian Kesehatan, Jakarta, Jumat (23/10/2020).

Yurianto sebelumnya menjabat sebagai Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Dirjen P2P) Kemenkes. Ia mulai dikenal publik sejak menjadi Juru Bicara Pemerintah Penanganan COVID-19.

Dasar pelantikan sebagai Staf Ahli Menteri Kesehatan Bidang Teknologi Kesehatan dan Globalisasi atas Surat Keputusan Presiden Nomor 155/TPA Tahun 2020 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan dari dan dalam Pimpinan Tinggi Madya di Lingkungan Kementerian Kesehatan.

Terawan mengatakan, rotasi jabatan merupakan hal biasa dalam lingkup organisasi. Hal ini dilakukan sebagai upaya pembenahan dan pemantapan organisasi yang dilakukan dalam rangka peningkatan kinerja guna mencapai pelayanan yang maksimal.

"Pelantikan ini hendaklah dimaknai sebagai kepentingan organisasi, bukan sekadar penempatan figur pejabat pada jenjang jabatan dan kepentingan tertentu," katanya dalam pernyataan resmi, Jumat (23/10/2020).

4 dari 4 halaman

Inovasi dan Pengabdian

Terawan Agus Putranto berharap, amanah yang dipercayakan kepada Achmad Yurianto sebagai Staf Ahli Menteri Kesehatan Bidang Teknologi Kesehatan dan Globalisasi dapat dilaksanakan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab serta komitmen yang kuat.

Ia juga meminta agar semua kinerja baik yang telah ditorehkan selama menjabat sebagai Dirjen P2P bisa diteruskan dalam rangka peningkatan kinerja organisasi Kementerian Kesehatan

Terawan meminta agar situasi pandemi COVID-19 menjadi momentum bagi Yuri melalui jabatan barunya untuk terus berinovasi guna memberikan kemudahan akses masyarakat terhadap layanan kesehatan, khususnya layanan digital.

"Saya menyampaikan penghargaan dan terima kasih yang setinggi-tingginya atas pengabdian saudara selama ini melaksanakan tugas sebagai Dirjen P2P dengan baik dan semoga pengalaman selama ini dapat bermanfaat dalam mengemban tugas di tempat baru," pungkasnya.

Pelantikan dihadiri oleh Pejabat Tinggi Madya dan Pratama di lingkungan Kementerian Kesehatan dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat, yakni memakai masker dan menjaga jarak aman.