Sukses

Upaya Pemerintah Antisipasi Gelombang Ketiga COVID-19

Liputan6.com, Jakarta Gelombang ketiga COVID-19 tidak ada yang mengetahui kapan datangnya. Namun, bila menilik data di Indonesia kenaikan kasus COVID-19 terjadi usai libur panjang, termasuk libur Natal dan Tahun Baru.

Presiden Joko Widodo atau Jokowi meminta masyarakat terus waspada meskipun kasus Corona di Indonesia mulai terkendali.

"Tetap tadi Presiden mengingatkan kami, untuk kita semua superwaspada menghadapi ini, karena bukan tidak mungkin ada gelombang ketiga," kata Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), Luhut Binsar Pandjaitan dalam konferensi pers, Senin, 20 September 2021 menyampaikan pesan Jokowi.

Guna mencegah kenaikan kasus usai libur Maulid Nabi dan libur panjang Natal dan Tahun Baru sederet upaya sedang dan akan pemerintah lakukan seperti disampaikan Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19, Reisa Broto Asmoro.

"Antisipasi lonjakan kasus setelah acara keagamaan atau liburan wajib dilakukan karena mobilitas syarkaat meningkat tajam dan pergerakan masyarakat yang signifikan tidak terelakkan," kata Reisa  dalam konferensi pers Rabu (13/10/2021).

Berikut antisipasi yang tengah pemerintah lakukan guna mengantisipasi lonjakan kasus COVID-19:

1. Memastikan pelonggaran aktivitas diikuti pengendalian lapangan yang ketat.

2. Meningkatkan laju vaksinasi lansia terutama di wilayah aglomerasi dan pusat ekonomi.

"Jika terjadi gelombang berikutnya, yang tentu tidak kita harapkan, maka angka kematian dan perawatan di rumah sakit bisa ditekan," kata Reisa.

 

2 dari 3 halaman

3. Mendorong Percepatan Vaksinasi COVID-19 pada Anak

"Sehingga, diharapkan pada saat libur Natal dan Tahun Baru imunitas anak dari vaksin COVID-19 sudah terbentuk," kata Reisa.

4. Mengantisipasi moblitas pelaku perjalanan internasional yang berwisata ke Bali.

5.Mendorong pemerintah daerah betul-betul serius dalam mengawasi kegiatan masyarakat. Serta terus mengedukasi masyarakat tentang uraian protokol kesehatan.

6. Mendorong agar masyarakat tetap taat protokol kesehatan

 

 

 

3 dari 3 halaman

Proaktif Temukan Kasus COVID-19

Di tengah kasus COVID-19 yang melandai, jumlah pemeriksaan tes COVID-19 di Indonesia atas sejuta orang dalam sepekan. Bahkan, dalam empat pekan terakhir selalu lebih dari sejuta orang melakukan pemeriksaan tes antigen maupun PCR atau Tes Cepat Molekuler (TCM).

"Sudah 4 minggu berturut-turut jumlah orang yang diperiksa di atas sejuta per minggu. Tentunya ini perkembangan sangat baik," kata Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-18, Wiku Adisasmito, pada Selasa (12/10/2021).

Tingginya jumlah orang yang melakukan tes Corona membuat kasus COVID-19 lebih cepat terdeteksi. Bila sudah terdeteksi, kata Wiku, bisa dilakukan intervesi sehingga kasus tidak meluas dan mencegah peningkatan kasus.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kementerian Kesehatan RI, Siti Nadia Tarmizi mengatakan bahwa dengan proaktif menemukan kasus bisa sebagai upaya menemukan adanya varian baru. Hal ini juga mencegah terjadinya gelombang ketiga di Indonesia.

"Kami terus meningkatkan jumlah dan kapasitas laboratorium yang melakukan pemeriksan whole genome sequencing dan sero surveilans secara rutin dengan sampel dari kabupaten dan kota di seluruh Indonesia," kata Nadia dalam konferensi pers pada Rabu, 13 Oktober 2021.

"Kunci pencegahan adanya varian baru di Indonesia dengan penguatan testing dan tracing di pintu masuk negara," kata Nadia.