Sukses

Temuan Terkait Disinfektan Fermentasi Limbah Buah Dalam Mematikan Sel Virus Corona

Liputan6.com, Jawa Barat - Kepala Laboratorium Mikrobiologi Terapan, Departemen Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Padjadjaran (FMIPA Unpad) Bandung, Mia Miranti Rustama menyatakan bahwa kadar alkohol dalam disinfektan fermentasi limbah buah (eco enzyme) tidak dapat mematikan membran sel virus Corona penyebab COVID-19

Menurut Mia syaratnya adalah kadar alkohol yang dihasilkan berdasarkan ketentuan dari badan organisasi kesehatan dunia (WHO) minimal 61 persen dan maksimal 70 persen.

"Sedangkan untuk pembuatan eco enzyme itu hasil proses fermentasi alamnya dari mikroba terhadap sisa dan buah atau karbohidrat gula itu hanya kecil. Paling lima atau 10 persen itu sudah luar biasa," ujar Mia kepada Health Liputan6.com di Bandung pada Rabu, 22 September 2021.

Mia menjelaskan bahwa kandungan alkohol dalam eco enzyme ini kembali berkurang jika disemprotkan ke udara.

Jika mengacu teori secara sederhana, lanjut Mia, kandungan eco enzyme memiliki yaitu alkohol dan asam dipercaya dapat merusak membran sel virus Corona.

"Eco enzyme itu dihasilkan dari limbah buah dan cair jadi hasil alkoholnya tidak terseleksi dengan baik (tidak murni). Karena kebersihan tidak terjaga sehingga mikroba yang didalamnya dibiarkan tumbuh liar membentuk alkohol sendiri," kata Mia.

 

2 dari 3 halaman

Tentang Disinfektan Limbah Buah atau Eco Enzyme

Sebelumnya Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum melepas tim penyemprotan udara dengan cairan eco enzyme untuk memutus mata rantai COVID-19.

Ulum berharap penyemprotan cairan eco enzyme melalui udara bekerja sama dengan komunitas Eco Enzyme Bandung memberikan dampak baik bagi lingkungan, khususnya di Provinsi Jawa Barat.

"Terlebih lagi dalam masa pandemi saat ini yang menurut feeling saya sebagai pimpinan, pandemi Corona akan segera sirna di Jawa Barat. Tetapi sekalipun begitu kita harus tetap ihtiar dalam rangka memutus mata rantai termasuk didalamnya PHBS, yaitu pola hidup bersih dan sehat," ujar Ulum dalam pidato sambutan di Kantor Wakil Gubernur Jawa Barat, Bandung, 22 September 2021.

Ulum mengaku penyemprotan cairan eco enzyme ini hanya salah satu upaya pemerintah dalam menangani pandemi.

Penyemprotan cairan eco enzyme ini dilakukan dengan menggunakan berbagai kendaraan water gun dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Palang Merah Indonesia (PMI), kepolisian dan Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Bencana Kota Bandung.

Penyemprotan dilakukan sepanjang jalan dari Kantor Wakil Gubernur Jawa Barat Jalan Diponegoro Bandung hingga ke Kota Cimahi.

3 dari 3 halaman

Infografis Cara Warga Belum Punya NIK Tetap Bisa Terima Vaksin Covid-19