Sukses

Ivermectin Punya Kemampuan Anti Replikasi Virus Corona

Liputan6.com, Jakarta - Dokter Spesialis Paru di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Persahabatan, dr Budhi Antariksa SpP(K) PhD, menyebut, sebanyak delapan rumah sakit di Indonesia sedang memulai penelitian penggunaan obat cacing Ivermectin untuk terapi COVID-19.

Salah satu dari delapan rumah sakit yang sedang meneliti Ivermectin sebagai terapi COVID-19 adalah RSUP Persahabatan. Dan, Budhi terlibat sebagai salah satu peneliti utama perwakilan RSUP Persahabatan.

Budi, mengatakan, penelitian tersebut dikoordinir Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) dengan judul:

'Uji Klinik Fase II-III, Acak, Tersamar Ganda dengan Kontrol Plasebo untuk Menilai Keamanan dan Efikasi Pemberian Oral Ivermectin pada Pasien COVID-19 Ringan-Sedang yang Dirawat di Rumah Sakit'

Menurut Budhi, penelitian obat cacing Ivermectin untuk terapi COVID-19 ini merupakan upaya untuk menanggulangi penyebaran virus Corona  yang sedang dihadapi Indonesia.

“Kita tidak ingin menjadi seperti India, karena kondisi kita saat ini mirip sekali dengan India termasuk variannya,” kata Budhi kepada Health Liputan6.com melalui pesan teks, Kamis (24/6/2021).

2 dari 5 halaman

Obat Cacing untuk Penanganan COVID-19

Budhi juga menyinggung pertanyaan masyarakat dan berbagai pihak terkait obat cacing Ivermectin yang digunakan untuk menangani COVID-19.

Menurut Budhi, berdasarkan jurnal 'Potential Therapeutic Options for COVID-19 Current Status, Challenges and Future Perspective' terlihat kerja Ivermectin menghambat replikasi virus Corona. Efek lainnya dapat meningkatkan daya tahan tubuh serta menghambat proses peradangan.

“Apakah obat ini memicu efek samping? Jawabannya dapat, seperti mual, nyeri perut atau diare. Namun, keamanan dosis obatnya relatif lebar, artinya aman dan obat ini sudah digunakan sejak lama," ujarnya.

3 dari 5 halaman

Kemampuan Ivermectin

Budhi, menjelaskan, Ivermectin pada dasarnya adalah anti parasit sedangkan COVID-19 terjadi akibat virus. Parasit adalah organisme yang hidup pada atau di dalam makhluk hidup lain dengan menyerap nutrisi makhluk hidup yang ditempati, tanpa ada manfaat bagi makhluk hidup tersebut seperti cacing atau protozoa.

Sedangkan virus adalah makhluk hidup dalam ukuran terkecil yang bereproduksi di dalam sel inang yang terinfeksi dan sel inang dipaksa untuk menghasilkan ribuan salinan identik virusnya dalam waktu yang cepat.

“Ivermectin disebut sebagai antiparasit bukan antivirus karena saat awal diteliti sebagai anti parasit atau obat cacing, tapi ternyata memiliki kemampuan sebagai anti replikasi virus dan anti peradangan," ujarnya.

“Kemampuan ivermectin pada awalnya adalah anti parasit. Namun, dalam penelitian lebih lanjut juga memiliki kemampuan menghambat replikasi virus COVID-19,” Budhi menekankan.

Dia lalu menambahkan bahwa beberapa penelitian serta hasil penelitian yang dikumpulkan, dianalisa, dan juga penelitian yang diaplikasikan pemberian langsung pada kondisi pandemi COVID-19 di beberapa negara seperti India serta beberapa negara lain menunjukkan manfaat dari Ivermectin sebagai obat COVID-19.

Studi terbaru pada 15 Feb 2021 menunjukkan peran ivermectin sebagai profilaksis COVID-19 di India pada tenaga kesehatan.

Hasilnya, probabilitas infeksi SARS-CoV-2 adalah 85 persen lebih rendah pada mereka yang menggunakan Ivermectin dua dosis pada 30 hari terakhir. 

4 dari 5 halaman

Infografis Waspada 5 Gejala COVID-19 pada Anak

5 dari 5 halaman

Simak Video Berikut Ini