Sukses

Menstruasi Belasan Hari, Haruskah Waspada?

Liputan6.com, Jakarta Menstruasi terjadi karena peluruhan dinding rahim yang menebal karena tidak ada pembuahan sel telur. Normalnya perempuan akan mengalami siklus menstruasi setiap bulan. 

Dokter Spesialis Kebidanan dari RSPI IVF Centre, dr. Shanty Olivia Jasirwan, SPOG-KFER menjelaskan bahwa menstruasi dikatakan normal, dengan melihat dari lama dan jumlah haidnya. 

"Siklus normal adalah 24-38 hari. Lamanya kurang dari delapan hari dan jumlahnya kurang lebih 20-80cc per siklus atau dalam hitungan pembalut 3-5 pembalut setiap hari," jelas dr Shanty. 

Namun ada perempuan yang mengalami siklus menstruasi lebih dari delapan hari. Kondisi ini dapat disebut nggak normal, jika darah yang keluar cukup banyak dan disertai gumpalan-gumpalan. 

Nah kalau kamu mengalami kondisi ini, dr Shanty menyarankan agar segera berkonsultasi ke dokter untuk mengetahui penyebabnya. Apakah ada struktural organ reproduksi di rahim seperti polip, adenomiosis, miom, atau penebalan dinding rahim, atau faktor fungsional seperti gangguan ovulasi, hormonal, infeksi atau gangguan pembekuan darah. 

Melihat lamanya menstruasi yang terjadi hingga belasan hari, ternyata juga patut diwaspadai bagi pasangan yang sedang dalam program kehamilan. 

"Jika didapatkan keluhan tersebut sangat mungkin menyebabkan terjadinya keguguran," jelasnya. 

Bagi kalian yang belum menikah atau sedang merencanakan untuk memiliki keturunan namun mengalami kondisi ini dan masih punya banyak pertanyaan seputar organ reproduksi segera konsultasikan ke dokter profesional.

Pilihlah dokter berpengalaman dan berasal dari rumah sakit yang memiliki dukungan fasilitas medis lengkap dan terkini, serta memberikan pelayanan terpadu, untuk perawatan kesehatan Anda.

Dengan memilih dokter spesialis kebidanan dan kandungan yang tepat, kamu sebagai pasien dapat mengetahui tindakan atau penanganan yang tepat. 

 

(*)