Sukses

Siasat Pemkot Bandung agar Relaksasi dan Protokol Kesehatan Berjalan saat Pandemi

Liputan6.com, Bandung - A Pemerintah Kota Bandung menyebutkan agar tahapan relaksasi di saat pandemi berjalan normal, maka protokol kesehatan (prokes) harus dilaksanakan semaksimal mungkin.

Menurut Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana, jika seluruh kelompok masyarakat menjalankan secara ketat prokes artinya turut terlibat dalam melindungi kelompok lain dari paparan COVID-19. Sementara kata Yana, syarat untuk sektor pendidikan yaitu seluruh yang terlibat kegiatan belajar-mengajar harus mengikuti program vaksinasi.

"Kalau dunia pendidikan, kalau saya sih lihatnya kan sebetulnya teman - teman di Disdik (dinas pendidikan) sudah FGD (focus group discusion), terus sudah simulasi. Menurut saya vaksin, pengajar dan yang diajarnya (diberi) vaksin. Karena gini, di sekolahnya prokes dijalankan tapi kan dia ada perjalanan, ada apa ya risiko itu kan ada. Tapi kalau divaksin kan dianya yang terproteksi ya," ujar Yana di Gedung Bulog Jawa Barat, Bandung, 7 April 2021.

Yana menegaskan apabila seluruh yang terlibat dalam kegiatan belajar-mengajar belum mengikuti vaksinasi, maka proses belajar tatap muka (luring) tidak akan digelar. 

Beda halnya dengan sektor pariwisata, Yana mengaku bahwa prokes yang telah dilakukan membuahkan hasil positif. Meski sempat terpuruk sebut Yana, secara umum laju perekonomian disektor ini diangka minus 2,29 persen.

"Kita tetap mengingatkan pelaku ekonomi dan pariwisata yang diberikan relaksasi harus menjalani prokes ketat. Kan kita enggak pernah tahu tamu kita dari zona hitam, merah dan lain sebagainya," kata Yana.

 

2 dari 4 halaman

Pemkot Bandung Tak Tutup Terminal Atau Stasiun

 

Yana mengklaim dengan adanya program vaksinasi akan meningkatkan kembali pertumbuhan berbagai sektor, seperti pariwisata dan ekonomi.

Sementara menjelang masa perjalanan mudik Ramadan dan Lebaran 2021, Yana menghimbau agar masyarakat sebaiknya menahan diri terlebih dahulu. Tetapi Yana menuturkan, otoritasnya tidak akan menutup terminal maupun stasiun.

"Kelihatannya diperketat prokes denganenggunakan GeNose. Enggak ada penyekatan ditiap pintu masuk dan kedatangan, itu pengawasannya sulit," sebut Yana. (Arie Nugraha)

3 dari 4 halaman

Infografis

4 dari 4 halaman

Simak Juga Video Berikut Ini