Sukses

Virus Corona Terus Bermutasi, Kini Varian B1427 Dianggap Lebih Liar di AS

Liputan6.com, Washington - Pakar kesehatan masyarakat terus mempelajari varian Virus Corona karena virus tersebut terus bermutasi dan menyebar ke seluruh dunia.

Sebelumnya, B117 (varian Virus Corona dari Inggris), B1351 (varian Afrika Selatan), dan P.1 (varian Brasil) telah menerima banyak perhatian karena beberapa telah muncul di negara mereka.

Kini B1427 / B1429, dua bentuk yang secara kolektif dijuluki varian California karena memiliki tiga mutasi kunci yang sama, telah menyebar dengan liar sejak deteksi awal pada Juli 2020 di Los Angeles Country.

Faktanya, menurut laporan Angeles Times, para ahli memperkirakan strain yang tumbuh di rumah ini akan bertanggung jawab atas 90 persen infeksi COVID-19 di negara tersebut pada akhir Maret.

Pusat Pencegahan Pengendalian Penyakit (CDC) juga memperhatikan varian tersebut, selain B117, B1351, dan P.1. Penelitian awal menunjukkan varian khusus ini mungkin lebih menular dan berpotensi menyebabkan penyakit yang lebih parah daripada jenis awal SARS-CoV-2 yang dominan (alias novel coronavirus).

Apa yang telah ditemukan ilmuwan tentang varian California?

Seperti disebutkan sebelumnya, para ahli mengatakan varian California ini memiliki tiga spike protein SARS-CoV-2 yang menjadikannya lebih menular daripada jenis awal (novel coronavirus).

Pakar penyakit menular Amesh Adalja, MD, sekaligus senior di Johns Hopkins Center for Health Security menjelaskan, cara virus Corona menggunakan spike protein untuk menempeli sel manusia, yang kemudian ia bereplikasi dan menginfeksi sel lain. Sehingga setiap perubahan pada spike protein cenderung mengubah kemampuan virus untuk mengikat sel manusia. Bisa jadi memperkuat virus, dikutip dari Prevention.

Tidak jelas persis dari mana varian itu berasal, tetapi penelitian terbaru yang dilakukan oleh UCSF dan Chan Zuckerberg Biohub menemukan 53 persen dari 630 kasus positif COVID-19 terdeteksi di Distrik Misi San Francisco pada pertengahan hingga akhir Januari, diwakili oleh mutasi kunci yang dikenal sebagai L452R, yang dimiliki B1427 dan B1429.

Studi pracetak lain yang dilakukan oleh para peneliti dari Cedars-Sinai Medical Center menemukan telah terjadinya pertumbuhan dramatis dari varian California di negara bagian itu sejak November 2020.

 

2 dari 4 halaman

Klasifikasi CDC

CDC telah mengklasifikasikan varian utama ke dalam kategori berikut: varian yang diminati (variant of interest), varian yang menjadi perhatian (variants of concern), dan varian dengan konsekuensi tinggi (variants of high consequence).

1. Varian yang diminati, merujuk pada varian yang diperkirakan memengaruhi penularan, diagnostik, dan perawatan, bersama dengan bukti yang menunjukkan bahwa mereka adalah penyebab dari peningkatan proporsi kasus atau wabah. Namun varian ini memiliki prevalensi terbatas atau perluasan terbatas baik di AS atau negara lain. Contohnya varian B.1.526 yang muncul di New York pada November 2020.

2. Varian yang menjadi perhatian, merujuk pada varian yang memiliki bukti peningkatan risiko penularan, lebih banyak rawat inap atau kematian, penurunan yang signifikan dalam kemampuan antibodi yang dikembangkan untuk melawan virus dan mengurangi efektivitas pengobatan. Varian California termasuk ke dalam kategori ini, karena baik B.1.427 dan B.1.429 20% lebih menular daripada jenis SARS-CoV-2 asli dan memiliki dampak signifikan pada kemampuan beberapa pengobatan yang disahkan oleh FDA untuk mengobati COVID-19, bahkan menyebabkan penurunan kinerja vaksin COVID-19.

3. Varian dengan konsekuensi tinggi, merujuk pada varian yang tidak memiliki bukti jelas, baik itu tindakan pencegahan atau perawatan medis yang tidak efektif dibandingkan varian yang telah ada.

CDC belum merilis info resmi negara yang melaporkan kasus varian California dan penelitian sebagian besar masih fokus di California. Tetapi menurut pelacak varian Outbreak.info, sebuah proyek dari laboratorium Su, Wu, dan Andersen di Scripps Research, melaporkan bahwa B.1.429 setidaknya telah terdeteksi di sebagian besar negara bagian.

Para peneliti yang merilis hasil penelitiannya di JAMA menyebutkan varian California yang muncul saat California mengalami lonjakan kasus, varian California membentuk 35% dari semua kasus COVID-19 di negara bagian itu, dan 44% dari semua kasus virus korona di California Selatan menurut data per Januari 2021.

"Jadi, tersirat bahwa varian tersebut menyebabkan prevalensi kasus yang lebih besar, serta persentase kasus yang lebih besar," kata asisten profesor penyakit menular kedokteran-anak di Rutgers New Jersey Medical School di New Jersey, David Cennimo, MD, dikutip dari Prevention.

Ditambah data dari Science bahwa mereka yang terinfeksi varian California hampir lima kali lebih mungkin untuk dirawat di ICU dan 11 kali lebih mungkin meninggal dibandingkan dengan pasien yang membawa jenis virus lain, bahkan datanya telah disesuaikan berdasarkan perbedaan usia, jenis kelamin, dan etnis.

Menurut Science juga, studi pendahuluan menunjukan varian California mungkin kurang rentan terhadap antibodi penangkal infeksi dalam darah orang yang menerima vaksin Pfizer-BioNTech atau Moderna. Tetapi hal ini masih perlu penelitian lebih lanjut sebelum klaim konkret tentang efektifitas dapat dibuat. Sementara Adalja meyakinkan bahwa varian California tidak menjadi masalah bagi vaksin COVID-19 yang tersedia, selama orang tersebut menerima kedua dosisnya.

“Sangat sulit bagi suatu varian untuk benar-benar lolos dari vaksin,” katanya. Artinya, vaksin masih dapat melindungi dan melawan varian yang parah sekalipun. Dr. Cennimo setuju, tetapi menekankan bahwa kita hanya akan tahu lebih banyak seiring waktu dan studi lebih lanjut.

Fakta bahwa varian virus corona masih terus melahirkan varian baru, sehingga aturan pencegahan COVID-19 yang sama masih berlaku: Terus menjaga jarak sosial, kenakan masker multi-lapis yang pas ketika Anda berada di sekitar orang-orang dari luar rumah Anda, dan teruslah mencuci tangan dengan baik dan sering.

3 dari 4 halaman

Infografis 8 Tips Nyaman Pakai Masker Cegah Covid-19

4 dari 4 halaman

Simak Video Berikut Ini: