Liputan6.com, Jakarta Dalam vaksinasi COVID-19 memang ada kelompok prioritas tapi Pemerintah menjamin vaksin COVID-19 akan mudah diakses masyarakat. Saat ini, program vaksinasi tahap kedua telah dimulai, yang menyasar pegawai sektor pelayanan publik dan lansia.
Kelompok prioritas penerima vaksin COVID-19 tahap kedua juga menyasar profesi guru dan tenaga pengajar sekolah untuk persiapan sekolah tatap muka, serta wartawan dan pekerja media yang dinilai berisiko terpapar COVID-19.
Advertisement
"Saat ini sedang dilakukan vaksinasi kepada tenaga pendidik serta wartawan dan pekerja media. Mereka masuk kelompok yang menjadi prioritas menerima vaksin," kata Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito di Media Center COVID-19, Graha BNPB, Jakarta, Kamis (25/2/2021).
"Namun, Pemerintah menjamin bahwa nantinya vaksin COVID-19 akan dapat diakses dengan mudah oleh semua kelompok masyarakat yang memenuhi syarat."
Prioritas sasaran vaksinasi COVID-19, Pemerintah menggunakan berbagai pertimbangan penetapan kelompok penerima vaksinasi dengan mempertimbangkan kondisi lingkungan pekerjaan, kesehatan, intensitas aktivitas, dan mobilitas serta situasi COVID-19 di lingkungan tempat tinggal.
"Tindakan prioritas daerah ini memerhatikan situasi COVID-19 daerah, kesiapan sarana prasarana pelaksanaan program vaksinasi, khususnya kemampuan penyimpanan produk vaksin dan penyelesaian target vaksinasi tahapan sebelumnya," jelas Wiku.
Â
Â
** #IngatPesanIbu
Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.
Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.
Â
Â
**Ibadah Ramadan makin khusyuk dengan ayat-ayat ini.
Simak Video Pilihan Berikut Ini:
Vaksinasi COVID-19 di Lingkungan KPK
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3307280/original/006291600_1606349742-20201126-Bukti-Edhy-Prabowo-3.jpg)
Terkait program vaksinasi COVID-19 di lingkungan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Wiku menambahkan, prioritas vaksinasi menggunakan pertimbangan yang presisi dan menjunjung aspek keadilan.
"Prinsipnya, pelaksanaan vaksinasi di KPK diberikan untuk orang-orang yang dalam kesehariannya bertugas dan berada di lingkungan KPK. Penetapan ini sudah melalui pertimbangan-pertimbangan yang juga berbasis data," tambahnya.
Pemberian vaksin diberikan guna mencegah meluasnya penularan di lingkungan KPK. Melihat data perkembangan penanganan COVID-19, saat ini sudah tercatat lebih dari 100 kasus positif COVID-19 yang terjadi di lingkungan KPK.
Diharapkan pemberian vaksin akan mencegah bertambahnya pasien COVID-19 di lingkungan KPK.
Advertisement
INFOGRAFIS: Deretan negara yang gratiskan vaksin Covid-19 ke warganya
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3326734/original/011397000_1608198818-HL.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299565/original/093541200_1784264989-cek_fakta_magang_nasional_2026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9322150/original/091705800_1786518970-HOAX__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4285001/original/066553900_1673179649-Target_Sektor_Wisata_2023-Angga-7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5499207/original/032366000_1770779753-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-11T101208.314.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3386499/original/061096900_1614231261-20210225-vaksinasi-buat-wartawan-arbas-7.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4958108/original/084997400_1727840128-20241002-Topan_Kraton-AFP_5.jpg)
![[Kolom Pakar] Prof Tjandra Yoga Aditama: Buku dari Warga untuk Warga di HUT Jakarta](https://cdn0-production-images-kly.akamaized.net/EyKU3eLgkKpcPpD5ZVoZieqU4Qo=/200x113/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8583700/original/080762500_1782546052-Prof_Tjandra_Yoga.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8303352/original/055143700_1782168148-Sidang_kasus_korupsi_wastafel_Covid-19.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3910505/original/020707300_1642741792-20220121-FOTO---BERBAGI-SAYURAN-HERMAN-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5579807/original/001907400_1778075970-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5421566/original/097314800_1763950193-WhatsApp_Image_2025-11-24_at_09.07.44.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3334658/original/040696600_1609125218-martin-sanchez-Tzoe6VCvQYg-unsplash.jpg)
![[Kolom Pakar] Prof Tjandra Yoga Aditama: 75 Mutasi Varian Baru COVID-19 Cicada](https://cdn1-production-images-kly.akamaized.net/reSd7PVafZjUwHScr4SWjBnOLrk=/200x113/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5542694/original/067258800_1774950743-WhatsApp_Image_2026-03-31_at_3.38.47_PM.jpeg)
![[Kolom Pakar] Prof Tjandra Yoga Aditama: Varian Baru Lagi COVID-19, Kini BA.3.2 'Cicada' dan Sudah Masuk Variant Under Monitoring](https://cdn1-production-images-kly.akamaized.net/qRruizMJKhQEA4WLv378Rz_SNKw=/200x113/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5541266/original/050683200_1774856802-WhatsApp_Image_2026-03-30_at_14.26.27.jpeg)