Sukses

Lakukan Tes Swab Antigen COVID-19 Sendiri, Dokter: Sangat Berbahaya

Liputan6.com, Jakarta Beberapa waktu lalu penyanyi Bunga Citra Lestari (BCL) mendapat kritik dari warganet, setelah melakukan tes swab antigen sendiri kepada temannya Vidi Aldiano dan salah satu anggota grup musik RAN, Nino.

Selain itu, di sosial media juga beredar tangkapan layar dari dokter spesialis Telinga Hidung Tenggorkan yang menerima pasien positif COVID-19. Pasien tersebut tertular COVID-19 setelah melakukan tes swab antigen kepada temannya.

Pengamat kesehatan sekaligus Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Ari Fahriala Syam mengatakan, melakukan tes swab antigen sendiri tanpa bantuan tenaga kesehatan sangat berbahaya. Jika seseorang yang mengerjakan tes tidak mengenakan alat pelindung diri (APD) bisa tertular dari orang yang diperiksanya.

"Bisa saja orang yang dites swab ternyata positif. Kalau dia tidak memperhatikan cara prevention (pencegahan), tidak menggunakan alat pelindung diri yang baik, maka bisa saja dia tertular pada saat melakukan pemeriksaan tersebut," ujar Ari dalam postingan di media sosialnya @dokterari dikutip Minggu (10/1/2021).

 

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

2 dari 2 halaman

Bisa Pendarahan

Ari menambahkan, melakukan tes swab antigen sendiri adalah tindakan invasif, karena memasukan sesuatu langsung ke dalam rongga hidung. Jika orang tersebut tidak profesional, bisa saja yang terjadi malah pendarahan.

"Harus diperhatikan risiko terjadinya trauma, kalau di pasien ada permasalahan seperti tumor atau luka, tentu tindakan itu bisa mencetuskan terjadinya pendarahan," kata Guru Besar Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI-RSUPN Cipto Mangunkusumo ini. 

Ari pun mengingatkan bahwa tes swab antigen adalah tindakan yang hanya boleh dilakukan oleh tenaga kesehatan terlatih, dengan prosedur keamanan yang telah diatur pemerintah.

"Masyarakat juga harus mengetahui tentang hal ini. Kita tidak ingin karena dianggap sesuatu yang simpel, berdampak pada yang mengerjakan tes maupun yang dites. Prosedur pengambilan sampel ini adalah prosedur yang harus dilakukan oleh tenaga kesehatan yang terlatih," tutupnya.

 

(Penulis: Rizki Febianto)