Sukses

Vaksin Corona Sinovac Mendarat, Skema Vaksinasi COVID-19 Diterbitkan Pekan Depan

Liputan6.com, Jakarta Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto yang juga Ketua Komite KPCPEN menyebut, kedatangan 1,2 juta dosis vaksin COVID-19 merupakan momentum awal dari langkah nyata pemerintah dalam proses pengadaan vaksin dan pelaksanaan vaksinasi di Tanah Air.

Selain itu, menurut dia, rangkaian 3T (testing-tracing-treatment), 3M (memakai masker-menjaga jarak-mencuci tangan), dan vaksinasi menjadi upaya penting dalam mengakhiri pandemi.

Airlangga mengatakan, seperti pengadaan vaksin, vaksinasi COVID-19 juga akan dilakukan secara bertahap dengan prioritas tenaga kesehatan dan petugas layanan publik. Teknis pelaksanaan vaksinasi ini telah diatur oleh Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto.

Berdasarkan regulasi yang ada, pemerintah telah menyiapkan dua skema penyuntikan vaksin yakni vaksinasi program pemerintah yang disediakan secara gratis dan vaksin mandiri berbayar. Detail mengenai skema tersebut akan diumumkan dalam satu hingga dua pekan mendatang.

"Aturan rinci untuk kedua skema tersebut akan segera diterbitkan dalam 1-2 minggu ke depan," ucap Airlangga dalam tayangan live kedatangan vaksin Sinovac yang disiarkan daring dari laman Youtube Sekretariat Presiden, Minggu (6/12/2020) malam.

 

Saksikan Juga Video Menarik Berikut Ini

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

2 dari 3 halaman

Vaksin COVID-19 Sinovac Mendarat di Bandara Soetta

Sebelumnya, vaksin Corona dalam bentuk jadi buatan Sinovac yang berjumlah 1,2 juta dosis telah tiba di Indonesia pada Minggu, 6 Desember 2020, pukul 21.30 WIB. Vaksin diangkut dengan kargo khusus oleh maskapai penerbangan Garuda Indonesia rute Jakarta-Beijing-Jakarta.

Meski vaksin telah tersedia, bukan berarti vaksinasi bisa langsung dilaksanakan. Vaksin COVID-19 buatan Sinovac itu harus melalui rangkaian tahap evaluasi oleh regulator obat, yakni Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk memastikan aspek mutu, keamanan, serta efektivitasnya. Selain itu, vaksin juga menunggu fatwa halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).

3 dari 3 halaman

Infografis

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.