Cara Merawat Keluarga yang Sakit di Rumah Selama Pandemi COVID-19

CDC membagikan cara bagaimana seharusnya kita merawat anggota keluarga kita yang terserang penyakit di masa pandemi COVID-19.

Diperbarui 31 Oktober 2020, 17:20 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat membagikan cara seharusnya kita merawat anggota keluarga kita yang terserang penyakit di masa pandemi COVID-19. CDC menyarankan untuk mempelajari terlebih dahulu apa yang harus dilakukan jika orang tersebut mengalami gejala COVID-19, serta bagaimana cara merawat orang yang telah dinyatakan positif COVID-19 namun tidak menunjukan gejala (OTG).

Berikut merupakan cara merawat anggota keluarga yang sakit selama pandemi COVID-19 menurut CDC.

 

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

Memberikan Dukungan

Pertama, bantulah untuk memenuhi kebutuhan dasar.

·        Apabila sudah pergi ke dokter, bantu orang tersebut untuk melakukan perawatan dan pengobatan sesuai yang di anjurkan oleh dokter.

·        Perhatikan apakah obat yang diberikan membantu orang tersebut merasa lebih baik atau kondisi tidak kunjung sebuh dan semakin memburuk.

·        Pastikan orang tersebut untuk meminum banyak cairan dan istirahat yang cukup.

·        Bantu mereka untuk mendapatkan sesuatu yang biasanya mereka butuhkan.

·        Jika orang tersebut memiliki peliharaan, Anda bisa membantu merawat peliharaannya, dan beri batasan kontak antara orang tersebut dengan hewan peliharaannya jika memungkinkan.

 

Perhatikan tanda-tanda penting

·        Siapkan nomor telepon rumah sakit atau dokter.

·        Lakukan riset mandiri untuk membantu Anda membuat keputusan yang tepat dalam memberikan perawatan medis yang sesuai.

·        Hubungi pihak rumah sakit atau dokter jika kondisi orang tersebut semakin memburuk. Untuk keadaan darurat telepon puskesmas bahwa orang tersebut kemungkinan terpapar COVID-19.

Kenali Gejala Umum COVID-19

Jika seseorang menunjukkan salah satu dari tanda-tanda ini, segera cari perawatan darurat medis rujukan COVID-19.

·        Kesulitan bernapas

·        Nyeri atau merasakan tekanan terus-menerus di dada

·        Merasakan rasa sakit yang tidak pernah di rasakan sebelumnya

·        Tidak mampu untuk bangun atau tetap terjaga

·        Bibir atau wajah kebiruan

·        Demam

Lindungi diri Anda

COVID-19 dapat menular di antara orang-orang yang melakukan kontak dekat (dalam jarak 1 meter) melalui droplet atau percikan liur, yang terjadi saat seseorang berbicara, batuk, atau bersin. Menjaga jarak adalah salah satu cara untuk membantu mencegah terjadinya penyebaran COVID-19. Serta penggunaan masker baik bagi yang sakit maupun orang di rumah penting. 

Keluarga yang terpapar COVID-19 dan anjurkan untuk melakukan isolasi mandiri dirumah harus menjaga jarak dengan anggota keluarga lainnya di rumah.

Kapan dan bagaimana cara mengisolasi

·        Tidak menggunakan kamar tidur dan kamar mandi yang sama dengan keluarga yang terpapar COVID-19. Usahakan untuk menjaga jarak aman setidaknya dua meter

·        Kenakan masker saat keluar dari kamar tidur atau hendak ke area lainnya di dalam rumah.

·        Pastikan ruangan tersebut memiliki aliran udara yang baik. Bukalah jendela untuk meningkatkan sirkulasi udara.

·        Meningkatkan ventilasi dapat membantu menghilangkan tetesan pernapasan atau droplet dari udara.

·        Rajin mencuci tangan dengan sabun.

·        Bersihkan dan semprot disinfektan pada permukaan yang sering disentuh setipa hari seperti, meja, gagang pintu, saklar lampu, toilet, keran air, dan elektronik.

·        Cucilah baju secara terpisah, jangan menggunakan satu mesin cuci yang sama, keringkan baju dengan suhu yang panas, agar dapat membunuh virus.

·        Hindari pengunjung, terutama kunjungan oleh orang-orang yang memiliki imun tubuh yang lemah dan berisiko tinggi untuk sakit parah.

 

(Deskhila Wijaya)

 

Infografis 3M Turunkan Risiko Covid-19 Berapa Persen?