Sukses

Bosan di Rumah Aja Selama Pandemi COVID-19, Wanita Tetaskan Telur Bebek

Liputan6.com, Jakarta Banyak cara dilakukan orang untuk mengenyahkan bosan dari berdiam di rumah aja selama pandemi COVID-19. Namun, seorang wanita asal Inggris memilih mencoba menetaskan telur-telur bebek yang dibelinya dari pusat perbelanjaan.

Charli Lello (29) memutuskan untuk melakukan eksperimen sains terhadap setengah karton telur-telur bebek untuk mengatasi jenuh selama di rumah saja. Dia ingin memiliki hewan peliharaan, atau untuknya, mencoba menetaskan sendiri telur-telur bebek yang dibelinya.

"Aku mendapat ide dari sebuah video yang muncul di linimasa Facebookku, tentang seseorang yang menetaskan telur puyuh," ujar Lello.

Wanita asal Hertfordshire di utara London itu langsung membeli telur puyuh dan bebek usai menonton video.

"Ibuku dan aku pernah ngobrol singkat soal memelihara bebek setelah lockdown," tutur Lello, melansir laman New York Post.

Charli Lello tak berharap besar proses menetaskan telur dengan bantuan sains itu akan berhasil. Benar saja, telur puyuh yang coba ditetaskannya tak menetas.

"Tak satupun dari telur puyuh yang berkembang. Tapi setelah enam hari di inkubator, aku memeriksa telur bebek dan bisa melihat pembuluh-pembuluh darah serta embrio kecil," ucapnya. "Lalu muncullah proses menyenangkan itu."

 

2 dari 2 halaman

Kejadian langka

Dengan bantuan teman-temannya, Lello menunggu dengan sabar proses penetasan.

"Aku menghabiskan dua hari penuh menunggu Beep menetas sempurna di inkubator," ujarnya. "Dia sendirian selama dua hari, jadi aku membuat sebuah ayunan dari topi beanie sambil menunggu Peep menetas. Meep menetas seminggu kemudian."

Ya, Lello menamai anak-anak bebek yang berhasil ditetaskannya dengan Beep, Peep, dan Meep.

Kejadian langka ini menarik perhatian Waitrose, jaringan toserba tempat Lello membeli telur-telur bebek yang ditetaskannya. Menurut juru bicara Waitrose, jarang sekali ada telur yang kondisinya masih subur di toko mereka.

Bebek yang telah dibuahi itu pun tak bisa dibedakan dari telur-telur pada umumnya. Bahkan seorang peternak, Clarence Court mengatakan, proses penetasan anak-anak bebek itu juga sangat tak biasa.