Sukses

Arti Warna Darah Haid, Mana yang Normal dan Tidak?

Liputan6.com, Jakarta Sepintas, warna darah haid mungkin sama, namun menurut Nora Lansen, MD, seorang praktisi keluarga dengan spesialisasi dalam kesehatan wanita di OneMedical, sebenarnya warna haid bisa berbeda tergantung kondisinya.

Berikut arti dan penjelasannya, seperti dikutip YourTango:

Merah Terang

"Warna merah cerah biasanya menunjukkan awal periode haid," kata Lansen. Ini berarti bahwa darah itu "baru" dan lapisan (dinding rahim)-nya baru saja meluruh dan keluar dengan cepat. Beberapa wanita memiliki warna ini sepanjang siklus mereka.

Merah Gelap

Secara umum, ini berarti bahwa seorang wanita berada di tengah masa haid, kata Lansen. Beberapa wanita mengalami menstruasi yang sangat berat cenderung memiliki warna ini. Darah ini bisa juga terlihat dalam bentuk gumpalan, yang juga normal. Tetapi jika Anda mengalami menstruasi yang berat dan mengganggu, dokter dapat meresepkan obat untuk meredakan gejalanya.

 

2 dari 2 halaman

Cokelat

Perbedaan utama antara darah haid merah dan coklat adalah bahwa itu kondisi itu baru dan lama. Keputihan umum terjadi pada akhir siklus wanita karena itu adalah darah yang telah bersemayam di rahim selama beberapa waktu.

Namun, ini sangat bervariasi, kata Lansen. Beberapa wanita memiliki warna cokelat beberapa hari, kemudian menjadi merah dan di akhir lalu kembali cokelat.

Beberapa tidak mengalami keputihan. Sedangkan beberapa lainnya mengalami keputihan hanya di awal dan di akhir. Dan beberapa berdarah, lalu berhenti selama beberapa hari, dan kemudian berdarah lagi.

Jadi tidak ada warna normal secara keseluruhan, melainkan normal bagi pribadi masing-masing.

"Jika tidak ada darah merah terang sama sekali, maka itu bisa menjadi perdarahan akibat kontrasepsi dan sebaiknya menjalani tes kehamilan," kata Lansen kepada YourTango.

Penting untuk mengetahui kondisi normal Anda saat mengalami keputihan karena Anda mungkin berpikir itu adalah menstruasi Anda, tetapi jika tidak, itu dapat menyebabkan kehamilan yang tidak direncanakan.

"Semua ini sangat rumit, idealnya adalah setiap wanita memiliki dokter yang ia percayai dan merasa nyaman untuk diajak berkonsultasi," kata Lansen.

Namun, jika sewaktu-waktu dalam sebulan Anda melihat cairan berwarna kehijauan atau jernih dengan bau amis, temui dokter Anda segera karena mungkin itu merupakan infeksi menular seksual (IMS) atau infeksi bakteri.