Sukses

Hadapi COVID-19 dengan Kondisi Psikologis yang Sejahtera

Liputan6.com, Jakarta Sejahtera tak hanya soal ekonomi dan fisik, secara psikologis kita juga sebaiknya sejahtera (phsycological well being). Apalagi di kala mengahadapi pandemi COVID-19 seperti saat ini, sejahtera secara psikologis penting agar imunitas tubuh kuat.

Tiga aspek sejahtera yakni ekonomi, fisik, dan psikologis ini memang harus berjalan beriringan karena saling terkait seperti disampaikan ahli psikologi politik Hamdi Muluk.

"Kalau ekonomi kita tidak sejahtera maka bagaimana kita bisa makan. Fisik jika tidak sejahtera, maka berimbas juga pada psikologi,” jelas Hamdi saat konferensi pers di Graha BNPB ditulis Selasa (11/5/2020).

Ambil contoh lagi pada seseorang mampu dalam segi ekonomi tetapi dalam kondisi psikologis yang rapuh. Hal ini dapat memperlemah imunitas tubuh sehingga fisik menjadi rentan.

“Walaupun Anda berkecukupan secara ekonomi, kalau batin resah terus, gelisah kalau anda ketakutan, anda menjadi stres, depresi, kondisi psikologi memburuk dan kondisi fisik memburuk dan nanti ujung-ujungnya dirawat dan ekonomi terpengaruh juga,” jelas Hamdi seperti dikutip dari laman resmi COVID-19.

 

Itu sebabnya penting bagi seseorang memiliki kesejahteraan psikologi yang baik. Sebab sudah jelas dalam beberapa riset bahwa psychological well being mempengaruhi tingkat imunitas seseorang.

“Imunitas ini kata kunci melawan pandemi. Jadi pandemi dampaknya tidak terlalu dahsyat kalau setiap orang (memiliki) imun, baik secara fisik dan psikologi. Oleh karena itu perlu ditata bagaimana setiap orang memiliki psychological well being,” pungkas Hamdi.

2 dari 2 halaman

Saksikan juga video berikut ini: