Sukses

Ilmuwan Jepang Simulasi Penularan Covid-19 Lewat Bersin dan Batuk

Liputan6.com, Jakarta Ilmuwan di Jepang menemukan, bagaimana partikel mikro dalam bentuk bersin dan batuk bisa menyebarkan virus corona (COVID-19) lebih cepat. Bahkan percakapan singkat saja dalam jarak dekat bisa menyebarkan virus.

Menurut Kazuhiro Tateda selaku President of the Japanese Association for Infectious Disease, transmisi ini terjadi selama kita bicara dan bahkan ketika orang saling berdiri dalam jarak dekat.

"Mereka tidak akan menyadari akan adanya percikan infeksi. Kami pikir infeksi ini datang dari partikel mikrometer atau yang disebut transmisi micro-droplet infection," katanya melalui wawancara kantor berita NHK.

Seperti diunggah Vidio.com, Tateda pun menemukan rute transmisi ini sebagai solusi untuk mencegah penyebaran virus corona.

Hal ini semakin memperjelas bahwa penggunaan masker tentu lebih tepat bagi seseorang yang sedang sakit atau terinfeksi virus, agar ketika sedang bersin maupun batuk, virus yang terkandung dalam cairan tersebut tidak menyebar ke udara sekitarnya.

"Sejauh ini, kami telah mempertimbangkan dua rute utama transmisi. Salah satunya adalah infeksi karena melakukan kontak dengan seseorang yang memiliki virus. Yang lainnya adalah infeksi melalui percikan liur yang keluar bersin dan batuk," uajr narasi NHK.

Tetapi beberapa ahli mengatakan mungkin ada rute infeksi ke-3. Kehadiran transmisi lain dapat menjelaskan penyebaran virus yang luar biasa cepat di seluruh dunia. "Partikel nanometer bisa Menjadi kunci untuk melemahkan pandemi virus corona."

Jika rute penularan ketiga adalah infeksi tetesan mikro seperti Tateda dan ilmuwan Jepang lainnya katakan, maka partikel mikrometer dapat menyebar bahkan ketika orang sedang mengobrol atau hanya berdekatan satu sama lain.

 

 

**Ayo berdonasi untuk perlengkapan medis tenaga kesehatan melawan Virus Corona COVID-19 dengan klik tautan ini.

2 dari 2 halaman

Kunci penularan dan pencegahan

Para ahli sekarang melihat mekanisme infeksi baru ini sebagai kunci untuk mencegah penyebaran virus lebih lanjut.

Dalam sebuah percobaan, NHK menemukan bahwa ketika seseorang batuk sekali di ruang tertutup seukuran ruang studio, sekitar 100.000 tetesan dapat dilepaskan dalam beberapa detik.

Tetesan besar terlihat jatuh ke lantai dalam waktu 20 hingga 30 detik. Tetesan mikro, bagaimanapun, tetap di udara untuk waktu yang lama, membuat orang lain dalam ruang rentan terhadap kemungkinan infeksi.

Dengan batuk tunggal yang mampu menyebarkan 100.000 tetesan, tetesan mikro juga dapat menyebar selama percakapan sederhana. Ini membuat orang berisiko terinfeksi hampir setiap saat.

 

 

Simak Video Berikut Ini: