Sukses

Mengetahui Awal Mula Hari Disabilitas Internasional

Liputan6.com, Jakarta Sejak tahun 1992, setiap 3 Desember diperingati sebagai Hari Disabilitas Internasional oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa. Kehadiran Hari Disabilitas Internasional berfungsi untuk mendukung hak-hak dan martabat para penyandang disabilitas.

Jika ditarik mundur, seperti yang dilansir dari idpwd.org, pada tahun 1971 Hak Asasi Manusia dari para penyandang disabilitas memiliki masa lalu yang suram. Pada saat itu, Hak Asasi Manusia para penyandang disabilitas tidak diakui secara internasional hingga tahun 1971.

Berdasarkan un.org, dengan adanya deklarasi tentang hak-hak penyandang disabilitas yang diadopsi oleh Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa pada 9 Desember 1975, mendorong perlindungan nasional ataupun internasional terhadap hak-hak para penyandang disabilitas.

Para penyandang disabilitas berwenang atas hak-hak politik dan sipil yang sama dengan yang lainnya. Pernyataan tersebut menegaskan kembali hak-hak penyandang disabilitas atas pendidikan, keamanan, pekerjaan, layanan media, dan layanan penempatan untuk berpartisipasi dalam acara-acara sosial dan kreatif.

 

Pada 16 Desember 1976, Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa menyatakan, tahun 1981 International Year of Disbled persons (IYDP) menetapkan bahwa IYDP dikhususkan untuk mengintegrasikan penyandang disabilitas sepenuhnya ke masyarakat.

Pada tahun 1983 sampai dengan 1992 telah diadakan The United Nations Decade of Disabled Persons agar pemerintah dan organisasi global dapat menerapkan langkah-langkah guna meningkatkan segala aspek kehidupan politik, sosial, ekonomi, dan budaya para penyandang disabilitas di seluruh dunia.

Pada 14 Oktober 1992, Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa menetapkan, tanggal 3 Desember sebagai Hari Disabilitas Internasional (International Day of Disabled Persons). Kemudian, Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa mengubah International Day of Disabled Persons menjadi International Day of Person with Disabilities pada 18 Desember 2007.

Dapat dlihat pada un.org, Hari Disabilitas Internasional 2019 menyusung tema "Mempromosikan partisipasi para penyandang disabilitas dan kepemimpinan mereka: mengambil tindakan pada agenda 2030". Tema ini bertujuan pada pemberdayaan penyandang disabilitas untuk pembangunan yang inklusif, adil, dan berkelanjutan.

Nama : Salsabila Fauziah Rahman

Loading
Artikel Selanjutnya
Wanita 1 Kaki Pertama Capai Puncak Everest dan Gunung Vinson
Artikel Selanjutnya
Drummer Cookies, Ketika Para Penyandang Disabilitas Meraih Sukses Lampaui Mimpi