Sukses

BERITA TERKINI:JELANG PENGUMUMAN KABINET JOKOWI JILID 2

Pangan Rumah Tangga Jadi Penyebab Keracunan Tertinggi, Kemenkes Sosialisasikan GERMAS PAS

Liputan6.com, Jakarta Seringkali kita lupa bahwa makanan yang nikmat belum tentu sehat. Bahkan, tak jarang dapat menyebabkan keracunan.

Berdasarkan data World Health Organization (WHO), lebih dari 200 penyakit dapat ditularkan melalui makanan. Kondisi ini disebabkan oleh mikroba atau agen yang masuk ke dalam badan melalui makanan yang dikonsumsi.

Data Kementrian Kesehatan (Kemenkes) tahun 2018 juga menemukan, penyebab keracunan tertinggi berdasarkan jenis pangan adalah masakan rumah tangga, yakni sekitar 35 persen.

"Keracunan bisa terjadi karena proses bahan mentah yang tidak tepat, mungkin pada saat menyimpan bahan mentahnya, pada saat proses masaknya, atau ketika sudah disajikan," ucap Direktur Kesehatan Lingkungan, dr. Irman Agus Nurali.

Beberapa makanan yang tidak langsung dimakan setelah disajikan juga dapat memicu terjadinya keracunan. "Misalnya dari catering dimasak dari jam berapa, dan baru kita makan beberapa jam setelahnya," tambahnya.

 

 

2 dari 3 halaman

Sosialisasi Aplikasi GERMAS PAS

Demi meningkatkan keamanan pangan dari pencemaran biologis yang bisa menyebabkan keracunan, Kemenkes mensosialisasikan aplikasi Gerakan Masyarakat Pangan Aman Sehat (GERMAN PAS), Selasa, 17 September 2019.

Aplikasi ini memberikan informasi mengenai rumah makan, jasa boga, dan depot air minum yang sudah memiliki Sertifikat Laik Higiene (SLH). Artinya ketiga jasa penyedia pangan ini sudah melalui serangkaian tes terkait kebersihan dan kesehatannya.

"Kita berharap GERMAS PAS dapat membantu meminimalisir penyakit bawaan pangan dan keracunan akibat pangan. Aplikasi ini juga bisa membantu masyarakat untuk lebih cerdas dalam memilih pangan yang bersih, aman, dan sehat," ucap Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat Kementrian Kesehatan, dr. Kirana Pritasari.

 

3 dari 3 halaman

Kemenkes Pantau Keamanan Pangan Lewat GERMAS PAS

GERMAS PAS telah diluncurkan secara resmi pada Rakerkesnas Kemenkes sejak 11 Februari 2019 lalu. Hingga saat ini tercatat sebanyak 145.768 jasa penyedia pangan dari seluruh Indonesia yang mendaftar, tetapi baru 41.409 yang sudah memenuhi syarat.

"Kita mengajak semua masyarakat untuk hidup sehat. Lewat GERMAS PAS, Kemenkes bisa memonitor tempat pengolah pangan yang laik sehat," ucap Kirana.

Monitor yang dilakukan mulai dari tahap penyimpanan, olahan, proses masak, hingga disajikan. Keempat tahap tersebut harus terpenuhi dengan baik apabila pihak penyedia pangan ingin usahanya untuk masuk dalam aplikasi GERMAS PAS.

"Dalam radius 5 kilometer pada aplikasi tersebut, Anda dapat melihat restoran mana saja yang sudah memenuhi standar kesehatan dari Kemenkes. Begitu juga ketika sedang berpergian ke luar kota, kita dapat melihat restoran mana saja di sekitar kita yang memenuhi standar," jelas Kirana.

 

Penulis: Diviya Agatha

Loading
Artikel Selanjutnya
Sayuran, Sampah Makanan Terbanyak di Indonesia?
Artikel Selanjutnya
Roti Gambang Betawi Masuk Daftar Roti Terbaik Dunia, 2 Makanan Indonesia Ini Jadi yang Terenak