Sukses

HEADLINE HARI INI:PERPISAHAN WAPRES, MENGENANG EKSISTENSI JK DI PANGGUNG POLITIK NASIONAL

Beruntung Sekali Orang-Orang yang Terbiasa Makan Tidak Terburu-Buru

Liputan6.com, Jakarta - Makan dengan kecepatan lebih lambat sambil menikmatinya menyimpan banyak manfaat. Tidak hanya membantu Anda untuk makan lebih sedikit, tapi juga meningkatkan kepuasan dalam perihal aktivitas makan itu sendiri.

Ketika Anda sedang di rumah, cobalah untuk meresapinya dengan menyingkirkan distraksi dari berbagai perangkat elektronik, termasuk televisi, nyalakan musik, dan konsentrasilah pada makanan Anda.

Hal ini juga dapat diterapkan pada makanan penutup, yang tak jarang bisa menambah kalori yang seharusnya tidak berlebih, karena porsinya yang terkesan sedikit. Anda dapat tetap menikmatinya dengan makan perlahan, rasakan tekstur dan momen ketika Anda menyantapnya.

Anda akan menemukan bahwa kenikmatan rasa manis tersebut akan muncul lewat beberapa suap, tanpa porsi tambahan dan tentunya kalori tambahan yang tak diinginkan.

Makan secara perlahan tidaklah mudah, terutama ketika Anda sedang sibuk dan sudah terlalu lapar. Namun, Anda akan merasakan mudahnya menurunkan kecepatan makan jika mengonsumsi makanan di waktu yang sama setiap harinya.

 

2 dari 2 halaman

Pola Makan Orang Sibuk

Ketika Anda sangat sibuk, jadwalkan 15 menit khusus untuk camilan. Gunakan 15 menit tersebut untuk relaksasi, mengisi ulang tenaga dan semangat dengan makan. Mini break seperti ini juga dapat meringankan stres Anda.

Masih belum bisa menurunkan kecepatan makan Anda? Pergilah dari meja dan minum segelas besar air. Makan terlalu cepat juga bisa terjadi karena Anda sedang kurang cairan, dibandingkan kekurangan makanan.

Jika berbagai upaya untuk menyadarkan diri Anda agar tidak makan terlalu cepat masih belum berhasil, konsultasikan kepada dokter spesialis gizi klinik untuk mendapatkan bantuan yang tepat. Dengan mendapatkan terapi yang tepat Anda bisa mengurangi dampak negatif makan terlalu cepat pada tubuh.

Penulis : dr. Nabila Viera Yovita / Klik Dokter

Loading
Artikel Selanjutnya
Roti Gambang Betawi Masuk Daftar Roti Terbaik Dunia, 2 Makanan Indonesia Ini Jadi yang Terenak
Artikel Selanjutnya
Gastrodiplomasi, Upaya Promosi Kuliner Indonesia ke Seluruh Dunia