Sukses

BKKBN Tegaskan Masyarakat yang Ingin KB Harus Terlayani

Liputan6.com, Jakarta Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menegaskan bahwa orangtua yang ingin melakukan program Keluarga Berencana (KB) harus terlayani dengan baik.

Kepala BKKBN Hasto Wardoyo mengatakan bahwa pada 2018, angka unmet need atau pasangan usia subur yang belum atau tidak ingin punya anak lagi, tetapi belum menggunakan kontrasepsi masih terbilang tinggi.

Dalam paparannya di pembukaan Telaah Tengah Tahun Program Kependudukan, Keluarga Berencana, dan Pembangunan Keluarga, Hasto mengungkapkan bahwa target unmet need belumlah tercapai. Dari target BKKBN yaitu 10,14 persen, persentasenya masih berada di 12,4.

"Harusnya unmet need ini nol. Zero unmet need harusnya. Jangan ada orang yang ingin KB tapi tidak terlayani KB. Kalau 10 persen masih tinggi," kata Hasto pada Health Liputan6.com di Jakarta, ditulis Selasa (10/9/2019).

2 dari 3 halaman

Lakukan Konseling Saat Kehamilan

Maka dari itu, Hasto meminta agar petugas lebih meningkatkan konseling seputar kontrasepsi dan KB di masyarakat. Bahkan, ketika ibu melakukan pemeriksaan kandungan dan sebelum melahirkan.

"Nyata-nyata yang di depan mata kita, orang yang tidak ingin hamil kan orang yang baru melahirkan. Pasti tidak ingin langsung hamil, hanya tinggal konseling kita bagaimana," ujar mantan bupati Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta itu.

"Kalau dikonseling pasti dia akan memilih. Cuma saat ini 80 persen ibu melahirkan belum menentukan kontrasepsi apa," kata pria yang juga seorang dokter spesialis kandungan ini.

Dia menambahkan, tidak sedikit kehamilan yang tidak dikehendaki karena kurangnya penggunaan alat kontrasepsi.

"Karena dia tidak pakai kontrasepsi. Pede tidak hamil karena suami long distance, eh pas mendarat, hamil," ujar Hasto berseloroh

3 dari 3 halaman

Saksikan Juga Video Menarik Berikut Ini

Loading
Artikel Selanjutnya
Selain Program KB, Cegah Stunting juga Melalui Bina Keluarga Balita