Sukses

Istimewa, Jika 3 Paskibraka Nasional 2019 Ini Jadi Tim Pengibar

Liputan6.com, Jakarta - Sekilas tampak biasa dari sosok Paskibraka Nasional 2019 ini. Mereka adalah Rayhan Alfaro Ferdinand Siregar (DKI Jakarta), Rafi Ahmad Falah (Banten), dan Rangga Wirabrata Mahardika (Jawa Barat).

Namun, semua bakal terlihat 'berbeda' jika para pelatih mempercayai mereka mengemban tugas sebagai tim yang mengibarkan Sang Merah Putih pada upacara HUT ke-74 RI di Istana Merdeka.

Sebab, para Paskibraka Nasional 2019 ini mungkin menjadi Trisula Pengibaran pertama yang berasal dari pulau yang sama. "Kami semua tetangga. Rumahku dan rumah Faro berdekatan, bahkan Faro sama kakak aku satu sekolah. Rumahnya Rafi kalau dilihat dari maps tidak terlalu jauh," kata Rangga sambil berkelakar.

Keistimewaan lainnya, nama mereka sama-sama berawalan huruf R.

"Kalau kami yang nantinya bertugas, kami jadi Paskibraka Trio R," kata Faro saat berbincang dengan Diary Paskibraka Liputan6.com di Pusat Pemberdayaan Pemuda dan Olahraga milik Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia di Cibubur, Jakarta Timur.

"Oh, iya, nama kita sama-sama R. Baru sadar gue," kata Rafi menimpali omongan Faro.

Jika mereka sampai dipercayai untuk menempati posisi sebagai tim pengibar dari kelompok Merah atau regu A, itu berarti tiga orang Paskibraka Nasional 2019 ini ikut meneruskan perjuangan senior mereka di tahun 2016.

Pada tahun itu, Muhammad Aditya Ersyah Lubis (Banten) bertugas sebagai Penggerek tim Arjuna, Amarik Fakhri Marliansyah (Jakarta) sebagai Penggerek tim Bima, dan Alldi Padlyma Allamurochman (Jawa Barat) sebagai Pembentang Sang Merah Putih dari tim Bima.

Meski posisinya akan berbeda, karena Rayhan selalu menjadi Pembentang, Rafi menjadi Komandan Kelompok (Danpok) 8, Rangga sebagai Penggerek, tapi sejarah akan tetap mencatat nama mereka.

2 dari 4 halaman

Penilaian Terhadap Paskibraka Nasional 2019 dari DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat Ini

Guna mewujudkan mimpi tersebut, baik Rayhan, Rafi, dan Rangga berlatih dengan tekun dan sungguh-sungguh.

Tidak jarang selama di asrama Paskibraka Nasional 2019, mereka menggunakan waktu istirahat di sore hari untuk berlatih sendiri tanpa pengawasan pelatih.

"Aku rasa komposisi kami sudah pas. Rafi suaranya lantang, Rangga juga bagus saat menggerek tali dan tarikannya selalu pas, dan aku tingginya cocok buat membentang bendera. Jadinya klop," kata Rayhan.

Semula, Rafi butuh adaptasi untuk menyamakan gerakan dengan dua orang rekannya itu. Namun, karena sering dilatih dan berlatih sendiri, membuat ketiganya menjadi jauh lebih kompak.

 

3 dari 4 halaman

Kata Pelatih Soal 3 Paskibraka Nasional 2019 Ini

Disinggung soal ini, pelatih dari kelompok Merah, Tashya Amanda mengaku bahwa para pelatih malah sempat tak menyadari hal tersebut

"Kalau kami para pelatih, tidak melihat dia dari provinsi mana. Selama mereka cepat menyerap materi yang diberikan, hal begini bisa terjadi," katanya.

Dari catatan Diary Paskibraka Liputan6.com , hal seperti ini bahkan pernah dialami Paskibraka Nasional 2017 dari Kalimantan Timur. Mereka sama-sama bertugas di Kelompok 8, dan berada di kelompok yang sama pula. Alfares Deo Simangungsong (Pembentang) dan Ferina Julia Syarif (Baki Cadangan).

Baca juga: Cerita Paskibraka 2017 Asal Kaltim Raih 2 Posisi Terbaik

Menurut Tashya, selama latihan ketiganya termasuk peserta didik yang cepat menyerap materi yang diberikan para pelatih.

Termasuk Rangga, yang di awal-awal latihan tidak terlalu kelihatan, tapi saat memasuki hari ketiga latihan mulai memperlihatkan taringnya. "Tarikan talinya juga halus," kata Tashya.

Hanya saja sampai detik ini, belum diketahui apakah Rayhan, Rafi, dan Rangga akan bertugas sebagai tim pengibar.

Sebab, pelatih hanya sebatas menilai. Sementara yang akan menentukan hasil akhirnya adalah Kepala Garnisun Tetap I/Jakarta.

"Aku pribadi maunya anak-anak ini siap di mana pun mereka ditempatkan. Mental siap seperti itu yang harus mereka punya," ujar Tashya.

4 dari 4 halaman

Simak Video Menarik Terkait Paskibraka Nasional

Loading