Sukses

Tips Sehat untuk Pemudik Disabilitas Saat di Kampung Halaman

Liputan6.com, Jakarta Bagi pemudik disabilitas, kesehatan selama mudik berlangsung harus tetap dijaga. Dokter Louisa A Langi dari Persekutuan Pelayanan Kristen untuk Kesehatan di Indonesia (Pelkesi) memberikan beberapa saran.

"Kalau sampai di kampung halaman jangan seenaknya bebas buat makan. Jadi, sebaiknya harus membatasi makan. Misalnya, makan nasi tidak boleh banyak-banyak. Secukupnya saja," kata Louisa saat diwawancari khusus Health Liputan6.com di LAZISMU, Gedung Dakwah Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Jakarta, ditulis Jumat (31/5/2019).

Makan terlalu banyak dapat membuat peserta mudik disabilitas memiliki kadar gula tinggi. Louisa juga mengingatkan untuk membiasakan diri cuci tangan. Cuci tangan termasuk cara sederhana yang sehat agar kita terhindar dari penyakit.

"Sederhana kan caranya, jangan lupa cuci tangan. Ini penting sekali," lanjutnya.

Saran tersebut disampaikan Louisa kepada enam peserta mudik dari Mudik Ramah Anak dan Disabilitas (MRAD) LAZISMU. Kemarin mereka sudah diberangkatkan menuju lintas Sumatera (Lampung dan Palembang).

 

2 dari 3 halaman

Pemeriksaan Kesehatan

Para peserta mudik disabilitas juga melakukan pemeriksaan kesehatan di hari keberangkatan kemarin. Pemeriksaan tekanan darah dan kemungkinan punya penyakit lain perlu diketahui. Hal itu bertujuan memastikan mereka sehat selama perjalanan mudik hingga tiba di kampung halaman.

"Dari hasil pemeriksaan, ada yang infeksi saluran pernapasan atas (ISPA). Dan itu haru diobati supaya dia sehat. Ada dua orang yang (mengalami) kencing manis. Tadi sudah dikasih obat juga," Louisa menambahkan

Peserta mudik disabilitas yang mengeluh pusing ternyata kadar gula darahnya tiniggi. Kalau peserta yang menderita kencing manis terlihat dari gejala, yaitu sering kencing dan haus serta maunya makan banyak.

"Saya tanya, apakah ada gejala-gejala itu. Jawaban dia ada," ucap Louisa.

3 dari 3 halaman

Simak video menarik berikut ini: