Sukses

Dialami Aktris Game of Thrones Emilia Clarke, Apa Itu Aneurisma Otak?

Liputan6.com, Jakarta Aktris Game of  Thrones, Emilia Clarke, sempat mengungkapkan dirinya pernah menderita aneurisma otak. Kondisi ini terjadi ketika dirinya berada di tengah pengambilan gambar musim pertama serial adaptasi novel karya George R.R. Martin tersebut.

Aneurisma otak sendiri merupakan kondisi ketika pembuluh darah membengkak di otak. Saat itu pecah, dia akan menyebabkan perdarahan yang juga dikenal dengan stroke hemoragik.

Melansir Prevention pada Senin (15/4/2019), kebanyakan aneurisma otak terjadi antara otak dan jaringan yang menutupinya. Kondisi tersebutlah yang menyerang aktris Game of Thrones itu ketika dirinya berusia 24 tahun. Sayangnya, tidak banyak orang yang menyadari bahwa mereka punya masalah kesehatan ini.

"Sampai itu pecah atau bocor, banyak orang dengan aneurisma tidak mengetahuinya," kata Howard Riina, ahli bedah saraf di Langone Medical Center. Dia menambahkan, dalam 6 sampai 9 persen di setiap populasi, setidaknya ada satu yang memiliki kondisi tersebut.

 

2 dari 4 halaman

Faktor Risiko

Riina mengatakan, penyebab pasti aneurisma otak sendiri tidak diketahui. Diketahui, beberapa orang memang memiliki risiko lebih tinggi daripada yang lain.

Beberapa faktor risikonya seperti usia tua, merokok, tekanan darah tinggi, konsumsi obat-obatan atau alkohol. Di sisi lain, apabila Anda mewarisi kelainan jaringan ikat, penyakit ginjal polikistik atau riwayat aneurisma otak dalam keluarga, risiko juga semakin meningkat.

Meski begitu, tidak jelas mengapa Clarke mengalami aneurisma pertamanya di usia yang masih muda.

Clarke sendiri mengalami aneurisma otak pertamanya ketika sedang berolahraga, dirinya merasa bahwa kepalanya terasa sakit seperti ada sesuatu yang meremas otaknya. Dia mencoba melawannya, tapi malah semakin parah.

"Saya mengatakan pada diri sendiri, saya tidak akan lumpuh," kata pemeran Daenerys Targaryen di serial Game of Thrones tersebut dalam The New Yorkers. Setelah menggerakkan kaki dan jari tangannya, dia juga mencoba menghafal beberapa baris dialog dari karakter yang dia mainkan tersebut.

 

3 dari 4 halaman

Bagian Otak yang Mati

Clarke segera mendapatkan perawatan. Pemindaian menunjukkan adanya subarachnoid hemorrhage (SAH), kondisi sejenis stroke yang disebabkan pendarahan ruang di sekitar otak. Kondisi itu membuatnya harus menjalani operasi.

"Saya duduk dan menandatangani suratnya, lalu kemudian saya tidak sadar. Selama tiga jam berikutnya, dokter bedah memperbaiki otak saya. Ini bukan operasi terakhir dan bukan yang terburuk," kata aktris yang saat ini berusia 32 tahun tersebut. Dalam beberapa prosedur berikutnya, dia bahkan harus mengganti sedikit bagian otaknya dengan titanium.

Baru-baru ini, dia mengungkapkan beberapa foto yang menunjukkan kondisi saat berada di rumah sakit. Dalam wawancaranya dengan CBS This Morning, pemain film Solo: Star Wars Story itu mengungkapkan bahwa setelah operasi pertama, ada pembuluh darah di otaknya lain yang bengkak. Ukurannya bahkan dua kali lipat ketika selesai syuting musim ketiga Game of Thrones.

"Dengan yang kedua ini, ada sedikit otak yang benar-benar mati," kata Clarke.

"Jika bagian otakmu tidak mendapatkan darah selama satu menit, itu tidak akan berfungsi lagi. Seperti hubungan arus pendek," tambahnya seperti dikutip dari Prevention.

Saat ini, Clarke sendiri sudah pulih 100 persen. Dia juga bertekad untuk membantu orang-orang dengan kondisi yang sama sepertinya.

4 dari 4 halaman

Simak juga video menarik berikut ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
Game of Thrones Season 8 Tayang, Begini Antusiasme Warganet
Artikel Selanjutnya
Perjuangan Kit Harington dan Sophie Turner Pertahankan Tatanan Rambut Ikonis di Game of Thrones