Sukses

Serangan Jantung, Miss Teen Universe 2017 Meninggal Jelang Ultah ke-20

Liputan6.com, Jakarta Model sekaligus Miss Teen Universe 2017 dikabarkan meninggal dunia jelang ulang tahun ke-20.

Lotte van der Zee tengah berwisata ski di Austria bersama keluarganya ketika terkena serangan jantung. Kabar meninggalnya model asal Belanda itu diungkap oleh orangtuanya pada laman Instagram, melansir laman New York Post, Minggu (10/2/2019).

"Mutiara kami, segalanya bagi kami telah meninggal dunia pada Rabu 6 Maret petang pukul 22.47. Sungguh sangat di luar dugaan bahwa Lotte kami tersayang kini tak lagi bersama kami. Hati kami benar-benar hancur. Sekali lagi kami ucapkan terima kasih atas semua pesan berisi dukungan dan penghiburan."

Ungkapan duka itu diunggah orangtua Lotte bersama sebuah foto sang model mengenakan pakaian ski merah dan tawa lepas.

Lotte van der Zee meninggal dunia di sebuah rumah sakit di Munich, Jerman. Dua minggu setelah mengalami henti jantung (cardiac arrest).

Laman New York Post mengutip surat kabar Belanda, orangtua Lotte mengatakan putrinya keluar bersama teman-temannya di malam sebelum serangan jantung. Gadis itu pulang dalam keadaan ceria dan tanpa keluhan apa pun. Tapi, Lotte tak muncul saat sarapan keesokan harinya. Orangtua Lotte menemukannya dalam kondisi sakit di kamar.

Kondisi Lotte dengan cepat memburuk, berubah menjadi henti jantung pada hari yang sama. Ibunya sempat memberi pertolongan pertama dengan tindakan resusitasi dan membawanya ke rumah sakit terdekat. Namun, Lotte kemudian dinyatakan koma.

Lotte van der Zee kemudian dirujuk ke sebuah rumah sakit khusus di Munich. Di rumah sakit itu dia mengalami gagal organ. Keluarga Lotte mengatakan, hingga saat ini masih dilakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab serangan jantung pada gadis itu.

 

 

Saksikan juga video berikut ini:

 

2 dari 2 halaman

Mungkinkah Remaja Alami Serangan Jantung?

Meski jarang terjadi, serangan jantung bisa saja menghampiri anak-anak dan remaja. Mengutip laman Reuters, dua kardiolog asal Ohio, Drs John R Lane dan Giora Ben-Shachar melaporkan beberapa kasus masalah jantung pada anak-anak dan remaja. Mereka memaparkan 9 pasien laki-laki dan perempuan usia 12 - 20 tahun dalam kondisi sehat namun mengembangkan nyeri dada parah. Pasien-pasien tersebut kemudian didiagnosis serangan jantung.

"Serangan jantung pada remaja memang jarang tapi bukanlah diagnosis yang mustahil," ujar Dokter Lane pada Reuters Health. Lane juga mengingatkan agar remaja yang mengembangkan nyeri dada parah bisa jadi tanda serangan jantung dan sebaiknya jangan dianggap enteng.

Sementara itu, laman resmi Rumah Sakit Mount Elizabeth Singapura mencatat, gaya hidup bisa memengaruhi kesehatan jantung remaja. Ada tiga kebiasaan yang harus dicermati para remaja agar terhindar dari serangan jantun yakni:

1. Kurang tidur

Mengutip laman mountelizabeth, kurang tidur cenderung menyebabkan tekanan darah dan kolesterol tinggi pada remaja. Temuan ini ditunjang oleh sebuah penelitian. Tekanan darah tinggi dan kolesterol tinggi adalah pemicu masalah jantung.

2. Soft drink

Menurut laman mountelizabeth, remaja banyak yang menyukai minuman ringan (soft drink), terutama minuman berenergi. Jenis minuman yang tinggi gula tersebut kerap dijadikan cara untuk mengatasi efek kurang tidur. Dan minuman berenergi umumnya tinggi kafein. Hal Itu bisa menyebabkan detak jantung tak beraturan, meski pada orang sehat sekalipun. Bagi remaja yang memang telah memiliki gangguan jantung, hal itu jelas lebih berbahaya.

3. Merokok

Nikotin dalam rokok membuat pembuluh darah menyempit dan menyebabkan jantung bekerja lebih keras. Tas serta zat kimia lain dalam rokok juga bisa meningkatkan risiko penyakit jantung.

Hasil penelitian menunjukkan, merokok menjadi 75 persen penyebab penyakit jantung pada orang muda. Dengan merokok pada usia dini, risiko penyakit jantung pun semakin meningkat.