Sukses

4 Zat Kosmetik yang Harus Dihindari Ibu Hamil

Liputan6.com, Jakarta Ketika hamil, sebagian wanita ada yang mengembangkan kebiasaan berbeda, seperti jadi lebih rajin berdandan atau malah justru enggan bersolek sama sekali. Bagi bumil yang jadi senang berdandan tentu harus selektif memilih kosmetik. Simak pengalaman Mommy Editha Aldillasari dari Babyologist seputar penggunaan kosmetik saat hamil.

Sebagai seorang wanita, tentu Moms kerap tidak bisa dipisahkan dengan daily skin care routine agar tetap membuat kulit wajah bersih dan sehat. Demikian pula dengan penggunaan make up yang dapat memaksimalkan penampilan kita, bahkan menjadi komponen wajib yang harus digunakan oleh sebagian wanita. Tapi bagaimana jika saat ini Moms sedang hamil? Seperti yang kita ketahui bahwa saat hamil segala sesuatu harus serba hati-hati. Mulai dari makanan dan minuman yang kita konsumsi, kebiasaan-kebiasaan yang pantang untuk dilakukan oleh ibu hamil, hingga dalam hal perawatan kecantikan.

Zat Kosmetik yang Berbahaya bagi Ibu Hamil

Terkait dengan perawatan kecantikan, berikut terdapat beberapa komponen yang memang harus Moms hindari, diantaranya:

1. Retinoid

Zat yang juga memiliki nama lain seperti retinoic acid, retinyl palmitate, retinaldehyde ini merupakan komponen yang terkandung dalam obat jerawat. Di Indonesia sendiri golongan retinoid ini tersedia dalam bentuk adapalene, isotretinoin, retinol, dan tretinoin. Komponen retinoid memiliki efek yang sangat tidak baik terhadap janin, yaitu efek teratogenik. Efek teratogenik ini merupakan efek yang dapat menyebabkan kecacatan pada janin yang dikandung.

2. Beta Hydroxy Acid (BHA)

Salah satu komponen yang terkenal pada BHA adalah asam salisilat atau salicyl acid. Komponen ini biasanya terdapat pada pengguna kosmetik dengan tipe kulit berminyak karena memiliki efek yang bersifat mengeringkan. Penggunaan asam salisilat yang berlebih selanjutnya juga dapat menyebabkan kelainan pada janin yang dikandung.

3. Hydroquinone

Komponen ini merupakan komponen yang berfungsi dalam pengobatan hiperpigmentasi atau bercak hitam pada kulit. Obat ini sendiri selanjutnya masuk ke dalam kategori C oleh US Food and Drugs Administration yang menandakan bahwa kemungkinan berisiko bagi janin yang dikandung.

4. Kortikosteroid

Sama halnya dengan hydroquinone, kortikosteroid ini juga tergolong ke dalam kategori C oleh US Food and Drugs Administration (FDA), yaitu ditemukan adanya kelainan janin atau efek samping teratogenik pada studi yang menggunakan binatang dan belum ada studi terkontrol pada manusia.

Jadi, yuk cek lagi kandungan yang ada dalam bahan kosmetik ataupun daily skin care routine Moms.

Semoga bermanfaat.

Loading
Artikel Selanjutnya
Sorcha, Highlighter Lokal nan Berkilau dan Ramah di Kantong
Artikel Selanjutnya
Stres Saat Hamil, Perkembangan Otak Bayi Bisa Terhambat