Sukses

Tak Hanya Pola Makan, Stres Juga Bisa Sebabkan Obesitas Seperti Titi Wati

Liputan6.com, Jakarta Berkaca dari kasus perempuan bernama Titi Wati asal Palangkaraya yang mengalami obesitas hingga 350 kilogram, ada beberapa hal yang bisa kita jadikan pelajaran untuk menjaga kesehatan serta berat badan. Selain pola makan, stres juga bisa menjadi penyebab tidak langsung hal tersebut bisa terjadi.

Spesialis Kedokteran Olahraga dr. Sophia Hage SpKO mengatakan, ada beberapa penyebab yang membuat Titi Wati bisa mengalami obesitas. Misalnya terlalu banyak ngemil serta kurangnya aktivitas fisik atau olahraga.

"Selain kedua hal ini, tanpa memeriksa atau menemui pasien sulit mengetahui penyebabnya langsung," ujar Sophia ketika dihubungi Health Liputan6.com pada Senin (14/1/2019).

Namun, selain nutrisi dan aktivitas fisik, yang perlu diketahui lebih lanjut adalah apakah ada penyakit maupun gangguan medis yang menyebabkan kenaikan berat badannya. Baik gangguan metabolisme atau hormon. Selain itu, setiap orang mungkin berbeda-beda apabila bicara tentang gangguan medis semacam itu.

"Selain itu, apakah ada masalah emosional yang menyebabkan pola makan berubah sehingga setiap kali stres atau cemas, lari ke makanan atau nyemil," tambah Sophia.

"Masalah emosional dapat menjadi penyebab dan juga dapat menjadi akibat dari kelebihan berat badan. Kenaikan berat badan yang tidak dapat dikontrol akan menyebabkan stres berlebih dan bahkan menyebabkan depresi," kata Sophia yang juga pendiri Lentera Indonesia ini.

Saksikan juga video menarik berikut ini:

 

2 dari 2 halaman

350 kilogram angka yang memungkinkan

Sophia menambahkan, tidak ada angka atau rumusan yang menentukan berapa maksimal berat badan seseorang. Yang pasti, semakin tinggi angkanya, semakin tinggi juga konsekuensi kesehatan yang diterima.

Melihat kasus Titi Wati, Sophia mengatakan bahwa mungkin saja seseorang bisa mencapai berat 350 kilogram dalam waktu 6 tahun.

"Bayangkan untuk naik 300 kg dalam 6 tahun berarti 1 tahun naik 50 kg. Berarti 1 bulan naik 50/12= 4 kg. Berarti 1 minggu naik 1 kg. Tidak terlihat terlalu mustahil kan angkanya," kata Sophia.

Sehingga, misalnya naik satu kilogram dalam satu minggu dan berlangsung hingga enam tahun, berat badan dengan angka yang tinggi bisa terjadi.

Titi Wati sendiri saat ini telah dibawa ke RSUD Doris Sylvanus untuk melakukan tindakan operasi lambung. Humas RSUD Doris Sylvanus Palangka Raya dr Theodorus Sapta Atmadja mengatakan, pihaknya berharap agar tindakan ini akan menurunkan berat badan selama sebulan hingga 15 sampai 20 kilogram.

Loading
Artikel Selanjutnya
Orang Obesitas Lebih Berisiko Kena Asma, Kenapa?
Artikel Selanjutnya
Selamat Hari Pangan Sedunia, Ayo Perbaiki Pola Makan Sehat