Sukses

Jangan Tunda Berkeluarga, Usia Ayah Pengaruhi Kesehatan Bayi

Liputan6.com, Jakarta Sebuah studi baru yang diterbitkan di British Medical Journal menunjukkan laki-laki juga mungkin memiliki jam biologis yang layak diperhatikan. Bayi yang lahir dari ayah yang lebih tua, kemungkinan lebih rentan terhadap masalah kesehatan termasuk kelahiran prematur, berat badan lahir rendah dan masalah pernapasan.

Wanita yang mengandung anak dari pria yang lebih tua mungkin juga meningkatkan risiko kesehatan, terutama diabetes gestasional.

“Dari sudut pandang evolusi, kami biasa mereproduksi di akhir remaja, awal dua puluhan,” kata rekan penulis studi, Dr. Michael Eisenberg, direktur pengobatan reproduksi pria dan operasi di Stanford University Medical Center.

"Apa pun di luar itu mungkin memiliki potensi risiko biologis yang terkait dengannya," lanjutnya seperti dilansir Time.

Banyak masalah kesehatan yang terkait dengan kehamilan geriatrik seperti kemungkinan kelahiran prematur yang lebih tinggi, berat lahir bayi yang rendah dan diabetes kehamilan dan tekanan darah tinggi untuk ibu, yang keduanya dapat mempengaruhi perkembangan bayi dan menyebabkan komplikasi. Eisenberg dan rekan-rekannya berangkat untuk menentukan apakah bahaya serupa berlaku untuk ayah yang lebih tua.

 

2 dari 2 halaman

Risiko Wanita Punya Pasangan Jauh Lebih Tua

Wanita dengan pasangan yang lebih tua dari 45 tahun juga 28 persen lebih mungkin untuk terkena diabetes pada saat kehamilan, dibandingkan dengan wanita dengan pasangan usia 25 hingga 34 tahun.

Menggunakan data dari Sistem Statistik Vital Nasional, peneliti menganalisis lebih dari 40 juta kelahiran hidup yang terjadi di AS antara 2007 dan 2016.

Selama periode ini, usia rata-rata ayah meningkat dari 30 menjadi 31,2 tahun. Mereka memilah ayah dari bayi-bayi ini menjadi lima kelompok umur, lebih muda dari 25, 25-34, 35-44, 45-54 dan lebih tua dari 55, dan melihat ukuran kesehatan bayi dalam masing-masing kategori ini.

Eisenberg menjelaskan bahwa pria terus membuat sperma, yang berarti sel-sel mereka secara konstan membagi dan membarui. Kadang-kadang proses ini menyebabkan sekitar dua mutasi genetik acak setiap tahun. Semakin tua pria, semakin banyak mutasi yang diakumulasikan seiring waktu, dan semakin besar peluangnya untuk mewariskan mutasi berbahaya.

Eisenberg mengatakan, pria yang lebih tua lebih berisiko mengalami modifikasi DNA akibat lingkungan atau gaya hidup, daripada pria yang lebih muda, tambahnya.

Namun, Eisenberg mengatakan studi tersebut menunjukkan bahwa pria harus berpikir dengan hati-hati tentang kapan mereka memiliki anak.

"Sebagian besar risiko menjadi orangtua yang lebih tua mungkin lebih banyak ditujukan pada wanita daripada pria, tapi saya rasa ini menunjukkan bahwa Anda tak boleh melupakan pria," katanya.

 

Penulis: Adnandika Pangestu