Sukses

Boneka Voodoo Bantu Pekerja Atasi Ketidakadilan pada Atasan

Liputan6.com, Jakarta Pekerja bisa melampiaskan rasa kesal dengan cara menusuk boneka voodoo atasan mereka. Siapa sangka, hal ini membantu mengurangi rasa kesal dan meningkatkan kualitas pekerjaan pekerja menurut studi yang dilakukan peneliti Lazaridis School of Business and Economics di Wilfrid Laurier University, Kanada.

Walau terdengar aneh, studi ini mendapat penghargaan parodi Ig Nobel Prize 2018.

Mengutip dari Telegraph, Rabu (19/9/2018), menurut Health and Safety Executive, lebih dari 12 juta pekerja Inggris dipaksa untuk mengambil cuti setiap tahun karena stres dan cemas. Hal ini disebabkan oleh tekanan dari bos yang kasar.

Namun, alih-alih membiarkan pekerja untuk memikirkan sesuatu yang jahat pada bos, para ahli bisnis menyarankan mereka harus diizinkan untuk melampiaskan kemarahannya pada boneka voodoo.

"Sederhana ya kedengarannya," kata peneliti Lindie Lang.

"Kami menemukan balas dendam sederhana yang tidak berbahaya dan bisa membuat orang merasa seperti mereka telah membalas dan memulihkan rasa keadilan mereka," ujar Lang.

Lang mengatakan, hal itu tidak harus dengan boneka voodoo secara harafiah. Tindakan balas dendam secara simbolis seperti melempar anak panah ke foto atasan juga mungkin berhasil.

 

Saksikan juga video menarik berikut ini: 

2 dari 2 halaman

Manfaat Psikologis Pekerja

Balas dendam secara simbolis terhadap atasan yang kasar atau tidak adil bisa jadi menguntungkan karyawan secara psikologis. Aktivitas ini juga memungkinkan pekerja mengembalikan rasa keadilan di tempat kerja.

Lang meneliti hal ini 229 pekerja di AS dan Kanada. Temuan Lang setidaknya rasa ketidakadilan bisa berkurang hingga sepertiga dari sebelumnya. 

Dalam penelitian ini, para peserta menggunakan boneka daring yang disediakan di Dumb.com. Mereka diperbolehkan memberikan nama boneka itu dengan nama atasan, menusukkan pin, membakarnya dengan lilin, hingga menariknya dengan tang.

"Kami ingin melihat, daripada benar-benar membalas dendam kepada bos yang kasar, karyawan yang teraniaya bisa mengambil manfaat dari tindakan balas dendam yang tidak berbahaya," kata Lang.

Temuan unik ini dipublikasikan di jurnal The Leadership Quaterly dan memenangkan penghargaan parodi, Ig Nobel Prize di bidang ekonomi dan bisnis.