Sukses

Kunjungi Mini-Market, Ribuan Orang Terancam Kena Hepatitis A

Liputan6.com, Jakarta Sebanyak 2.000 orang di Utah yang mengunjungi sebuah toko 7-Eleven mungkin telah terpapar hepatitis A, menurut laporan terbaru. Bagaimana bisa?

Pada Minggu (7 Januari 2018), Departemen Kesehatan Salt Lake County mengumumkan bahwa seorang karyawan 7-Eleven d area West Joran, Utah, bekerja saat sakit hepatitis A. Oleh karena itu, pelanggan dari toko tersebut berisiko terkena hepatitis A jika mereka mengunjungi toko dari 26 Desember sampai 3 Januari dan menggunakan kamar kecil di sana, atau mengonsumsi makanan atau minuman tertentu.

Makanan dan minuman ini termasuk makanan cepat saji, buah segar atau makanan panas, seperti piza, hot dog, sayap ayam atau taquitos, kata departemen kesehatan. Pelanggan tidak berisiko terkena hepatitis A jika mereka membeli barang seperti minuman kemasan atau makanan kemasan.

Hepatitis A adalah infeksi hati menular yang disebabkan oleh virus hepatitis A, menurut Centers for Disease Control and Prevention, AS.

Secara umum, orang terinfeksi dengan hepatitis A melalui jalur "fecal-oral" -- yaitu ketika sejumlah kecil cairan tubuh dari orang sakit mencemari benda, makanan atau minuman yang kemudian disentuh dan dikonsumsi oleh orang lain, kata CDC.

Orang juga dapat terjangkit penyakit ini melalui kontak dekat dengan orang yang terinfeksi, seperti melalui hubungan seks atau merawat seseorang dengan virus; atau melalui pembagian peralatan yang terkait dengan penggunaan narkoba (termasuk obat injeksi dan noninjeksi), CDC mengatakan.

Gejala infeksi hepatitis A dapat berkisar dari ringan sampai berat, termasuk demam, kelelahan, mual, muntah, urine berwarna kuning gelap, nyeri sendi dan ikterus (kulit dan mata yang menguning), menurut CDC. Orang biasanya tidak menunjukkan gejala sampai 2-6 minggu setelah mereka terinfeksi virus, dikutip dari Live Science, Jumat (12/01/2018)

Orang dengan infeksi tersebut biasanya menjadi lebih baik sendiri tanpa perawatan spesifik, tapi dalam beberapa kasus, infeksi tersebut dapat menyebabkan kegagalan hati, terutama pada orang dewasa yang lebih tua atau orang-orang yang memiliki penyakit hati lainnya, menurut National Institutes of Health.

 

Saksikan juga video menarik berikut ini:

 

1 dari 2 halaman

Kasus di Utah

Dalam kasus Utah, pejabat mendesak pelanggan yang berisiko terkena hepatitis A (baik karena mereka menggunakan kamar kecil atau mengonsumsi makanan tertentu) untuk menghubungi departemen kesehatan untuk mendapatkan informasi tentang menerima vaksin tersebut.

Vaksin ini dapat mencegah infeksi hepatitis A, tapi mereka yang pernah terpapar virus harus menerimanya dalam waktu singkat setelah pemaparan agar efektif, menurut Departemen Kesehatan Salt Lake County.

Pada Senin (8 Januari), sekitar 250 orang di daerah tersebut telah menghubungi departemen kesehatan dan diberi tahu bahwa mereka harus mendapatkan vaksin hepatitis A karena kemungkinan terpapar di 7-Eleven, menurut stasiun berita Fox 13 di Salt Lake Kota.

Kasus karyawan 7-Eleven tampaknya menjadi bagian dari wabah hepatitis A yang lebih besar di daerah Salt Lake County, yang dimulai pada Agustus 2017. 7-Eleven yang terlibat dalam kasus ini sekarang telah disterilkan, kata departemen kesehatan.

Artikel Selanjutnya
Alasan Masyarakat Papua Enggan Gunakan Kelambu Cegah Malaria
Artikel Selanjutnya
Cacar Air Menyerang di Usia Dewasa, Haruskah Panik?