Sukses

Tahun 2018, Meksiko Legalkan Produk Mengandung Ganja

Liputan6.com, Jakarta Berbanding terbalik dengan Indonesia, Meksiko akan melegalkan penjualan obat, makanan, minuman, kosmetik dan sejumlah produk lain yang mengandung ganja, pada awal tahun depan. Hal ini disampaikan otoritas kesehatan setempat, pada Rabu (20/12).

Kebijakan itu sekaligus membuat sejumlah produk olahan ganja terdaftar dalam barang dagang resmi di negara yang tengah bergulat menghentikan praktik perdagangan obat terlarang tersebut.

Pada Juni 2017, Meksiko mengesahkan legalitas penggunaan ganja untuk keperluan kesehatan dan keilmuan. Namun negara ini tetap mempertahankan larangan penggunaan ganja untuk kebutuhan relaksasi dan penanaman.

 

Simak juga video menarik berikut :

 

1 dari 3 halaman

Legalitas ditengah perang membasmi narkoba

Arturo Tornel, juru bicara otoritas kesehatan Meksiko, Komisi Federal untuk Perlindungan terhadap Risiko Sanitasi atau Cofepris, mengatakan bahwa badan tersebut berencana menerbitkan aturan izin untuk barang mengandung ganja dalam beberapa hari, yang memungkinkan barang tersebut masuk ke pasar Meksiko segera sebulan berselang.

Dia menambahkan bahwa Cofepris mengharapkan penyalur dan pengecer mengimpor barang-barang tersebut, dengan beberapa perusahaan yang pada akhirnya memproduksi barang di Meksiko menggunakan ganja yang tumbuh di luar negeri. Peraturan tersebut tidak berlaku untuk penjualan ganja murni, dilansir dari AntaraNews, Kamis (21/12/2017).

Kebijakan tersebut menimbulkan perdebatan saat Meksiko sedang berjuang menghentikan perdagangan narkoba, sumber pendapatan utama untuk kartel obat bius yang telah membunuh 140 ribu orang di Meksiko selama satu dekade terakhir.

Kartel Meksiko masih menghasilkan jutaan dolar dari penyelundupan ganja ke Amerika Serikat, terlepas dari tren menuju peresmian ganja pada utara perbatasan negara.

 

 

2 dari 3 halaman

Negara ini resmikan ganja untuk kebutuhan medis

Argentina, Chile, Kolombia, Peru dan Puerto Riko juga telah meresmikan ganja untuk keperluan medis, dan Uruguay mengalami peledakan produksi pada 2013 dengan menjadi negara pertama yang mengizinkan penanaman komersial dan distribusi tanaman ganja.

Ganja masih dilarang secara luas di Meksiko, namun pada 2015, Mahkamah Agung mengabulkan hak empat orang untuk mengembangkan ganja mereka untuk penggunaan pribadi, yang membuka pintu untuk peresmian ganja.

(Devi Nindy/AntaraNews)

 

Artikel Selanjutnya
Polisi Gerebek Rumah Pembuat Miras Impor Palsu di Bogor
Artikel Selanjutnya
Akal-akalan Pengedar Ganja Kelabui Polisi dengan Paket Ikan Asin