Sukses

Cermati Syarat Ini Sebelum Vaksin MR pada Anak

Liputan6.com, Jakarta Kejadian ikutan pascaimunisasi terkait pemberian vaksin measless rubella (MR) yang terjadi pada beberapa anak di Pulau Jawa belum terbukti memiliki keterkaitan dengan vaksin MR.

Meski begitu, beberapa orangtua masih ragu saat hendak memutuskan apakah anak mau diberi vaksin MR atau tidak. Lalu, apa saja yang perlu dicermati oleh orangtua sebelum memberi vaksin pada anak?

Ketua Komite Nasional Pengkajian dan Penanggulangan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (Komnas PP KIPI), Hindra Irawan Satari menyebutkan syarat penting sebelum anak diberi imunisasi MR. 

"Anak harus dalam kondisi sehat. Kalau sakit, pembentukan antibodi tidak optimal,"ucap Dr. Hindra saat dihubungi Health-Liputan6, Kamis (24/8/2017).

Menurut Hindra, anak sehat memiliki ciri-ciri aktif, nafsu makan normal, mau menghabiskan makanannya dan lelap saat tidur.

Berbeda dengan kondisi sakit pada umumnya, saat anak batuk dan pilek justru boleh mendapatkan vaksin karena kedua kondisi tersebut merupakan penyakit ringan dan bukan kontraindikasi dari pemberian vaksin MR. 

 

Saksikan video menarik berikut:

2 dari 2 halaman

Anak yang tidak boleh mendapatkan vaksin MR (Kontraindikasi)

Mengenai kondisi anak yang seharusnya tidak boleh menerima vaksin MR (kontraindikasi), Hindra menyebutkan dua kondisi, yaitu yang memiliki riwayat kejadian fatal akibat alergi obat (syok anafilaktik) dan gangguan kekebalan tubuh (imunodefisiensi).

Syok anafilaktik ditandai dengan gangguan tanda vital seperti penurunan tekanan darah dan kesadaran, seperti dikutip dari laman Klik Dokter. Meski begitu alergi obat biasanya memiliki gejala beragam seperti gatal, bengkak, batuk, sesak napas, mual dan muntah. Jika anak memiliki riwayat alergi obat hingga syok anafilaktik, konsultasi ke dokter spesialis karena ini merupakan dalam kondisi ini anak memang tidak boleh divaksin. 

Vaksin MR Aman

Soal keamanan vaksin, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menyatakan bahwa vaksin MR aman karena karena telah mendapatkan rekomendasi dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) dan izin edar dari Badan POM. Selain itu, vaksin ini 95 persen efektif untuk mencegah penyakit campak dan rubella dan telah digunakan di lebih dari 141 negara.

Kejadian-kejadian ikutan seusai imunisasi seperti demam ringan, ruam merah, bengkak dan nyeri di tempat suntikan merupakan reaksi normal yang akan menghilang dalam dua atau tiga hari. Kejadian ikutan paskaimunisasi yang sangat serius jarang terjadi.

 

Loading