Sukses

Peringatan Konten!!

Artikel ini tidak disarankan untuk Anda yang masih berusia di bawah

21 Tahun

LanjutkanStop Disini

5 Hal yang Tidak Anda Ketahui tentang Ciuman Cupang

Liputan6.com, Jakarta - Pasangan kekasih yang tengah mabuk cinta mungkin tidak akan merasa bersalah jika melakukan gigitan cinta di tubuh kekasihnya. Namun tahukah Anda kalau efek samping melakukan gigitan cinta atau cupang itu cukup buruk.

Cupang adalah cedera seks yang paling umum. Timbulnya cupang disebabkan karena pasangan mengisap berlebihan atau menggigit lembut pada bagian tubuh, terutama leher dan paha bagian dalam.

Tepat di bawah permukaan kulit adalah sel darah kecil yang dikenal sebagai kapiler, dan ketika seseorang memberi Anda gigitan cinta dengan beberapa intensitas ekstrem, kapiler pecah sehingga menciptakan apa yang tampak seperti memar.

Semua memar memang buruk, terlebih memar akibat dari cupangan. Karena mereka sering melakukannya dengan mulut sehingga mengisapnya secara maksimal.

Bekas cupangan bisa bertahan beberapa minggu, dilansir laman Bustle, Senin (29/8/2016). Dan berikut ini enam hal yang jarang diketahui tentang cupang:

1. Cupangan hanya memar

Meskipun membutuhkan lebih banyak usaha untuk mendapatkannya, tapi hasil cupang hanya berupa memar. Mereka disebabkan oleh kapiler rusak, sama seperti terbentur barang keras.

2. Orang kekurangan zat besi mudah dapat cupang

Orang yang tidak memiliki cukup banyak zat besi dalam diet mereka, memar menjadi lebih mudah terbentuk pada tubuh. Jika cupang merupakan bagian dari praktik seksual yang biasa Anda lakukan, memang mudah bagian yang digigit jadi merah.

2 dari 2 halaman

3. Cupang bisa menyebabkan virus herpes

3. Cupang bisa menyebabkan virus herpes

Jika pasangan memiliki penyakit herpes, dan dia memberikan cupangan sementara virusnya sedang aktif, itu dapat menyebabkan pasangan Anda memberikan virus.

Seseorang yang memiliki wabah herpes oral seharusnya tidak melakukan kontak seksual apapun dengan siapa pun, jika ingin pasangannya sehat. Namun kadang jika suasana mulai panas, mereka lupa. Jangan biarkan itu terjadi.

4. Cara menghilangkan cupang

Meski tak ada obat untuk bekas cupang (beberapa orang mengobatinya dengan es, tapi itu hanya untuk mengurangi pembengkakan) namun tidak membuat Anda sakit. Namun, Anda bisa mencoba untuk banyak minum agar tidak dehidrasi dan makan dengan baik. Kedua komponen ini bisa cepat menyembuhkan cupang.

5. Cupang bisa menyebabkan stroke

Pada 2011 lalu, seorang wanita asal Selandia Baru menderita stroke akibat cupangan. Rupanya, pasangannya menyedot begitu kuat sehingga menciptakan gumpalan darah di leher yang menyebabkan tidak hanya stroke, tapi kelumpuhan lengan kirinya.

 

 

Loading
Artikel Selanjutnya
Masuk Daftar 100 Kota Berbahaya di Dunia, Jakarta Masih Lebih Aman dari Kuala Lumpur
Artikel Selanjutnya
LRT Jakarta Targetkan Angkut 14 Ribu Penumpang Setiap Hari