Perlukah Suplemen Saat Hamil?

Suplemen yang mengandung vitamin dan mineral tidak perlu dikonsumsi oleh ibu hamil.

Diterbitkan 13 Juli 2016, 06:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Calon ibu yang membeli beragam vitamin dan suplemen untuk meningkatkan kesehatan si jabang bayi dianggap hanya buang-buang uang saja.

National HealthService (NHS) menyarankan agar calon ibu mengabaikan segala jenis iklan suplemen vitamin dan mineral yang dianggap baik untuk perkembangan janin.

Suplemen ibu hamil memang ditawarkan dengan berbagai jenis dan harga yang cukup mahal. Di Inggris, suplemen ini dibanderol dengan harga sekitar 15 Poundsterling (Rp257 ribu). Isinya menawarkan 20 jenis vitamin dan mineral seperti vitamin B1, B2, B3, B6, B12, C, D, E, K, asam folat, yodium, magnesium, zat besi, seng, dan selenium.

Dari sekian banyak jenis vitamin tersebut, satu-satunya suplemen yang diperlukan selama masa kehamilan sebenarnya hanya asam folat dan vitamin D yang direkomendasikan para pakar kesehatan di seluruh dunia. 

"Kami tidak menemukan bukti untuk merekomendasikan semua wanita hamil harus mengonsumsi suplemen multi nutrisi selama masa kehamilan dan suplemen asam folat, sekali pun versi generik dapat dibeli dengan harga relatif murah," kata Dr JamesCave asal London dikutip dari Daily Mail, Selasa (12/7/2016)

Menurut James, calon ibu hanya perlu fokus pada pola diet sehat dan penggunaan vitamin dalam bentuk suplemen asam folat untuk mencegah risiko cacat lahir pada bayi.