Sukses

Peringatan Konten!!

Artikel ini tidak disarankan untuk Anda yang masih berusia di bawah

21 Tahun

LanjutkanStop Disini

4 Fakta tentang Transplantasi Penis

Liputan6.com, Jakarta Prosedur transplantasi penis atau cangkok penis dijalani Thomas Manning (64) pada awal Mei lalu. Ini adalah kali pertama tindakan transplantasi penis di Amerika Serikat tepatnya di Massachusetts General Hospital.

Manning menjalani transplantasi ini karena menderita kanker langka sehingga membuat sebagian besar bagian penisnya diangkat. Tindakan operasi ini dilakukan selama 15 jam dengan penis berasal dari donor yang sudah meninggal.

"Hari ini saya memulai bab baru penuh dengan harapan serta harapan bagi orang yang pernah mengalami cedera genital, terutama mereka yang mempertaruhkan nyawa dan mengalami kerusakan serius pada tubuhnya sebagai akibatnya," tutur Manning lagi. 

Manning sengaja mau tampil di hadapan publik tentang prosedur ini karena ingin menghapus rasa malu serta stigma pada mereka yang alami cedera penis.

Berikut beberapa fakta tentang cangkok penis yang dijalani Manning melansir laman Time, Selasa (17/5/2016).

1. Prosedur rumit

Cangkok penis merupakan prosedur rumit yang melibatkan tujuh ahli bedah, enam dokter residen, dan lebih dari 30 ahli yang membantu lainnya termasuk dokter spesialis anestesi, suster, dan pekerja bank donor.

Prosedur tersebut berjalan selama 15 jam untuk menghubungkan semua arteri, vena, saraf, kulit, dan uretra. Ia sempat mengalami pendarahan, namun beberapa hari kemudian pulih.

2. Fungsi seksual bisa kembali

Manning masih memiliki testis, sehingga pihak rumah sakit mengatakan masih mungkin fungsi reproduksinya kembali.

3. Risiko

Seperti transplantasi lain, ada kemungkinan tubuh akan menolak organ yang didonorkan. Berdasarkan Massachusetts General Hospital risiko penolakan terjadi sekitar 18 persen di tahun-tahun pertama melakukan prosedur ini.

4. Mereka yang bisa jalani transplantasi penis

Massachusetts General Hospital berfokus melakukan tindakan ini pada orang-orang yang mengalami kanker mau pun cedera traumatis. Bisa juga pada veteran perang yang mengalami kejadian tidak menyenangkan pada bagian intimnya.