Sukses

Aplikasi Smartphone Ini Bisa Deteksi Arti Tangisan Bayi

Liputan6.com, Jakarta Para peneliti di Taiwan berhasil mengembangkan aplikasi smartphone yang dapat mendeteksi arti tangisan bayi. Tak hanya itu, aplikasi bernama Infant Cries Translator ini juga dapat merekam suara bayi secara terpisah dan membandingkannya dengan database yang luas.

Menurut peneliti, ada sekitar 200.000 sampel suara bayi menangis dari sekitar 100 bayi baru lahir. Data ini kemudian diunggah menjadi database online. Setelah itu, peneliti Chang Chuan-yu dan dokter anak, Chen Si-da, menganalisis frekuensi jeritan dan memilahnya.

"Aplikasi yang dihasilkan menunjukkan 400 analisis dari tangisan bayi di telepon pengguna dalam waktu 15 detik. Akurasi cukup tinggi, sekitar 92 persen untuk bayi usia kurang dua minggu namun kurang akurat bagi bayi diatas satu tahun," kata peneliti, seperti diberitakan Foxnews, Kamis (31/12/2015).

Dengan adanya aplikasi ini, ilmuwan berharap dapat membantu menginformasikan orangtua ketika anak mereka lapar, mengantuk, sakit, atau popok basah.

Sejauh ini, database aplikasi terus di-update ke Cloud Drive. "Setelah men-download aplikasi ini, kita hanya perlu mengatur tanggal kelahiran dan kebangsaan bayi yang baru lahir. Setelah bayi menangis, kita dapat menekan tombol perekam selama 10 detik, dan suara akan di-upload ke Cloud Drive. Setelah itu, hasil analisis suara akan ditransfer ke ponsel."

Chen mengatakan, bayi baru lahir akan memiliki respon khas yang disebut 'Sucking Reflex'. Mulut mereka akan meronta tak terkendali, dan lidahnya akan menjilat bibirnya sendiri. Mereka bahkan dapat memutar kepala untuk mencari payudara agar bisa menyusui. Suara seperti ini secara akurat dapat dijadikan bahan deteksi dan menandai saat bayi kelaparan.

Aplikasi Infant Cries Translator dapat didownload di iOS dan Android melalui App Store, dan juga Google Play, sejak awal 2015 dengan biaya $ 2,99 USD atau sekitar Rp 40 ribu.