Sukses

Sereal, Bukan Makanan Terbaik bagi Bayi

Liputan6.com, Jakarta Ada anggapan, mengonsumsi sereal bayi dapat memenuhi nutrisi si kecil. Tapi tahukah Anda, ternyata bayi belum memiliki ezim amilase yang berfungsi memecah pati sehingga mereka membutuhkan karbohidrat kompleks.

"Kombinasi kalori, karbohidrat kompleks bernutrisi tinggi inilah yang dibutuhkan bayi dalam pertumbuhannya," kata ahli diet dan juru bicara Academy of Nutrition and Dietetics (DAN), Angela LeMond pada Foxnews, Senin (14/9/2015).

Sereal, dalam hal ini memang diperkaya dengan zat besi, folat dan vitamin B yang mencegah bayi kekurangan nutrisi. Namun, prosesnya masih diragukan karena dapat mengurangi nutrisi alami makanan.

Kekhawatiran yang ditemukan dalam beberapa tahun terakhir adalah arsenik, yang ditemukan di kedua varietas padi organik dan non-organik dan telah dikaitkan dengan berbagai jenis kanker, penyakit jantung dan diabetes tipe 2. Bahkan, data yang dirilis tahun lalu dari Consumer Reports menunjukkan, satu porsi sereal beras mengandung lebih banyak arsenik.

Consumer Reports merekomendasikan, orangtua hanya boleh memberikan satu porsi sereal beras bayi sehari. "Anda dapat menghilangkan sekitar 30 persen arsenik dari beras jika membilasnya sebelum memasak, gunakan rasio 6 gelas air per 1 cangkir beras. Gunakan air yang banyak untuk memasak.

Sementara American Academy of Pediatrics menyarankan orangtua untuk memberikan makanan seperti ubi, gandum dan barley (jelai) untuk menghindari arsenik.

Hal lain yang perlu dipertimbangkan adalah sistem pencernaan bayi masih berkembang sehingga biji-bijian bebas gluten mungkin ide yang baik.

Ahli gizi di Colorado, Sara Peternell mengatakan, banyak bayi memiliki masalah perut setelah diperkenalkan pada gandum. "Sering kali kepekaan terhadap makanan dapat timbul ketika kita memberikan bayi makanan pertama karena terlalu banyak molekul protein," katanya.

Terlepas dari apa yang Anda berikan pada si kecil, LeMond lebih menitikberatkan variasi dan keseimbangan gizi dalam pada setiap makanan.

Mengharukan, Perawat Hibur Pasien yang Sekarat Lewat Lagu

Tutup Video