Sukses

Inilah Penyebab Utama Gigi Berlubang

Liputan6.com, Jakarta Menjalani pemeriksaan dan pembersihan gigi secara rutin di dokter gigi sejatinya wajib dilakukan. Hal ini demi mencegah timbulnya penyakit gigi, gusi, dan masalah mulut lainnya yang berpotensi menimbulkan gangguan serius di kemudian hari.

Kita patut waspada bila menjumpai tanda-tanda seperti gigi tanggal, muncul rasa sensitif pada gigi terhadap makanan panas dan dingin, gusi bengkak, atau gusi berdarah saat kita tengah menggosok gigi. Gejala ini harus segera dikonsultasikan ke dokter walaupun tidak menimbulkan rasa sakit.

Sejauh ini masalah yang paling sering dijumpai adalah gigi berlubang. Bakteri Streptococcus mutans adalah penyebab timbulnya lubang pada gigi.

Lubang pada gigi terjadi ketika sukrosa (karbohidrat) difermentasi menjadi asam oleh bakteri tersebut. Sukrosa seperti dikutip dari situs National Institute of Child Health and Human Development, Amerika Serikat sering membuat suasana mulut menjadi asam. “Bukan hanya sukrosa, fruktosa dari buah juga bisa memicu suasana asam. Terlebih bila tidak ada sukrosa yang hadir di dalam mulut. Begitu pula laktosa dari susu."

Pada dasarnya semua karbohidrat yang mampir di mulut lama kelamaan bisa difermentasi menjadi asam oleh bakteri. Gigi berlubang adalah akibat mineral yang hilang karena proses asam tersebut.

Mengonsumsi makanan manis ataupun asam bisa membuat pH mulut jadi sangat rendah, berarti suasananya sangat asam. Mengulum permen atau mengonsumsi minuman berkarbonasi misalnya, bisa membuat pH turun drastis. Suasananya jadi asam banget karena pH cuma 2. Padahal, pH normal dalam mulut berkisar 5,5-6.

Air ludah sebenarnya adalah pembersih alami mulut. Proses mengunyah akan menstimulasi keluarnya air ludah, yang membantu agar makanan tercerna sempuran, selain juga karena kehadiran enzim. Selain itu, air ludah yang keluar akan membersihkan mulut kembali.

Gigi berlubang sebaiknya ditambal. Untuk anak, pilih bahan yang yang tidak bersifat toksik. Penambalan harus segera dilakukan saat lubang pada gigi masih minim. Sebab, bila dibiarkan, proses berlubang akan jadi lebih cepat.

Pada ibu hamil, jenis bahan yang bisa dipakai lebih terbatas jenisnya. Begitu pula jika gigi mengalami infeksi, antibiotik yang diberikan juga terbatas.

Pada orang dewasa, jika lubang sudah mengenai saraf gigi, saraf yang infeksi harus dibersihkan terlebih dulu. Harus ada perawatan saraf sebelum ditambal, setelah itu baru ditambal atau diberi mahkota.

Kalau gigi tak mungkin ditambal lagi, berarti harus dicabut. Menggunakan gigi palsu atau implan gigi merupakan cara praktis untuk mengatasi gigi tanggal.

Pada anak, gigi tanggal dini membuat proses munculnya gigi tetap terganggu, yang berpotensi membuat gigi tumbuh tidak beraturan serta perkembangan rahang dan proses mengunyah jadi tidak sempurna.

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS