Sukses

Jangan Asal Sarapan, Begini yang Sehat

Liputan6.com, Jakarta Sarapan atau makan pagi sepertinya hal sepele dibandingkan waktu makan lainnya. Eittsss... siapa bilang? Menurut Ketua Umum PERGIZI Pangan Indonesia, Prof. Dr. Ir. Hardinsyah, MS sarapan sehat itu ditentukan oleh jenis, jumlah, waktu serta mutu dan keamanannya.

Pertama, jenis makanan yang disajikan beragam. "Mengenai jenis, sarapan itu ada beragam. Terdiri dari makanan yang mengandung karbohidrat, protein, serta satu unsur vitamin dan mineral," terang Hardinsyah saat ditemui dalam konferensi pers Energen di Balai Kartini, Jakarta pada Rabu (3/6/2015).

Misalnya, nasi goreng yang dilengkapi suwiran ayam, atau telur, serta ditambah potongan satu buah mentimun atau tomat. "Jadi timun atau tomat jangan hanya dijadikan penghias saja ya," ungkapnya.

Jangan lupakan juga cairan usai makan. Pilihannya beragam mulai dari air putih, jus, atau susu. Jika tidak minum usai makan bisa menimbulkan rasa tidak enak di perut. Anda juga bisa mengalami pusing jika tidak minum sejam setelah makan.

Kedua, jumlah sarapan yang baik adalah seperempat atau seperenam total makan harian. "Jika misalnya makan sehari itu tiga piring, maka untuk sarapan konsumsi setengah piring untuk memenuhi 15 persen kebutuhan makan hari tersebut," jelas pengajar di IPB ini.

Ketiga, waktu harus diperhatikan. "Paling tepat makan sebelum beraktivitas atau belajar," terangnya. Meski jadwal padat, sempatkanlah untuk makan, karena hanya butuh waktu sekitar 15 menit saja.

Terakhir, jangan lupa dijaga mutu serta keamanan menu sarapan Anda. Ini semua demi mendukung tubuh mendapatkan kebutuhan nutrisi yang baik bagi kesehatan tubuh. (Baca: 5 Alasan Untuk Tidak Melewatkan Sarapan)

Loading