Sukses

Tak Setiap Luka Mulut Itu Sariawan, Kenali Tanda-tandanya

Liputan6.com, Jakarta Orang awam menyebut apa pun luka yang ada di mulut sebagai sariawan. Namun, Spesialis Penyakit Mulut Difa Oral Health Center, drg. Widya Apsari, SpPM menjelaskan, sariawan adalah luka pada mulut dengan bentuk khas. "Bulat atau oval yang bagus, lingkarannya itu ada daerah kemerahan putih dengan sekeliling berwarna merah, dan bersifat stomatitis aftosa rekuren (berulang)," kata Widya saat berkunjung ke Redaksi Health-Liputan6.com pada Senin (27/4/2015)

Widya menjelaskan, umumnya sariawan timbul di daerah rongga mulut yang bergerak, seperti bibir, lidah, pipi bagian dalam. Namun, kalau letaknya di tempat yang tidak umum dan tidak bergerak seperti gusi dan langit-langit, berarti bukan sariawan dan harus diperiksa lebih lanjut. Menurut Widya, jika itu terjadi di gusi, biasanya karena virus.

"Namun, orang-orang tetap saja menyebut itu sariawan," kata Widya menyayangkan.

Lebih lanjut dia mengatakan, mayoritas sariawan terjadi karena genetika. Kalau orangtua memiliki bakat, biasanya sang anak akan mengikuti `jejak` orangtua. Selain itu, asupan makanan seperti kurangnya asam folat, B12, dan zat besi juga bisa menyebabkan sariawan.

"Tapi, 80 sampai 90 persen sariawan itu terjadi karena bawaan dari gen," kata Widya menekankan.

Penyebab sariawan sendiri belum diketahui. Namun, bila dirunut pencetusnya, biasanya terjadi karena genetik, asupan nutrisi. "Stres fisik dan pikiran membuat keluarnya sariawan. Trauma kegigit pun bisa menjadi pencetus," kata Widya.

Normalnya, dalam sebulan seseorang hanya sariawan sebanyak satu sampai dua kali. Bila sariawan tak kunjung sembuh selama 2 minggu, tekan Widya, bisa mengarah ke kondisi lainnya.