Sukses

Bisakah Mencegah Penuaan?

Liputan6.com, Jakarta Siapa yang ingin tua? tak ada seorangapun yang ingin menua walaupun proses keriput misalnya alamiah terjadi. Untuk mencegahnya, mungkin Anda pernah mendegar, skin rejuvenation atau prosedur dalam menghambat atau memperbaiki kulit yang sudah mulai berubah akibat bertambahnya usia dan mengembalikan ke keadaan kulit saat usia masih muda. Lantas bagaimana caranya?

Spesialis kulit Bamed Skin Care dr. Heru Nugraha, SpKK mengatakan, kerusakan kulit dapat disebabkan oleh faktor instrinsik dan ekstrinsik. Faktor instrinsik merupakan faktor penuaan yang cenderung disebabkan oleh kebiasaan sehari-hari. Sedangkan faktor ekstrinsik paling banyak melibatkan sinar matahari.

Skin rejuvenation dapat dicapai melalui berbagai modalitas yakni:

1. Termal/panas dengan menggunakan perangkat radio frekuensi (RF) untuk menginduksi efek termal pada kulit

2. Peremajaan kimiawi dengan menggunakan krim perawatan wajah maupun dengan chemical peeling

3. Peremajaan mekanik dengan menggunakan microdermabrasi atau microneedling untuk mendestruksi lapisan luar kulit untuk memicu pertumbuhan kulit kembali

4. Peremajaan dengan suntikan berupa botox atau filler

5. Peremajaan secara bedah dengan facelift atau mini facelif, dan

6. Peremajaan dengan menggunakan sinar/cahaya berupa laser atau Intense pulse light (IPL)

Yang penting, kata dia, pemilihan treatment harus disesuaikan sesuai jenis kulit, usia, bahkan aktivitas harian dari pasien.

"Tidak ada syarat khusus dalam menjalani program skin rejuvenation, semua usia dewasa (> 18 tahun) sudah dapat memulai program tersebut, namun tentu harus disesuaikan dengan kondisi kulit dan usia masing-masing individu," katanya saat temu media di Dharmawangsa Square, ditulis Minggu (26/4/2015).

Saat ini memang banyak tren yang berkembang untuk skin rejuvenation, namun teknik terbaik harus berdasarkan evidence based (bukti ilmiah)
dari berbagai literatur agar dapat memberikan informasi dan pilihan yang terbaik bagi pasien.