Sukses

Waspada Penyakit Baru Mirip Ebola, Marburg

Liputan6.com, Jakarta Hari-hari ini kita cukup dikejutkan oleh laporan badan kesehatan dunia WHO yang menyebutkan ditemukannya kasus penyakit Marburg di Uganda yang menyebabkan korban meninggal beberapa hari yang lalu. Ada 146 orang kontak pada pasien ini sedang diawasi dengan ketat.
     
Penyakit Marburg disebabkan virus yang masih satu golongan dengan virus Ebola, yaitu filovirus (Filoridae). Angka kematiannya juga tinggi, 24-88 persen dan belum ada obat serta vaksinnya.

Gejalanya juga mirip Ebola dan dapat menyebabkan terjadinya perdarahan hebat, sehingga disebut Marburg Hemorrhagic Fever, mirip dengan nama Ebola Hemorrhagic Fever.

Gejala lain selain demam dari penyakit Marburg ini adalah diare cair hebat, nyeri perut hebat dan kelemahan. Perdarahan dapat terjadi muntah darah, berak darah, perdarahan dari hidung, mulut dan bahkan vagina.

Selain pada monyet Afrika, African green monkeys, penyakit Marburg juga dihubungkan dengan kelelawar jenis Old World Fruit Bat.
Wabah penyakit ini dulu bermula pada 1967, di Kota Marburg dan Frankfurt di Jerman serta Belgrade di Serbia, dan bermula dari penelitian pada monyet dari Uganda yang diperiksa di Lab di Jerman.

Wabah terakhir penyakit Marburg‎ di Uganda terjadi pada 2012 yg lalu, 20 kasus dan 9 orang meninggal dunia.

Dengan adanya kasus baru Marburg di Uganda maka kita semua tentu harus waspada, khususnya karena Ebola juga masih terus merebak dan sudah masuk ke Amerika dan Eropa pula.

Prof dr Tjandra Yoga Aditama
Kepala Balitbangkes
Kementerian Kesehatan RI

Mengharukan, Perawat Hibur Pasien yang Sekarat Lewat Lagu

Tutup Video